Berita

Aniendya Hegel Pratama (20) menjadi korban dugaan pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. (Foto: istimewa)

Hukum

Polisi Diminta Usut Tuntas Pengeroyokan yang Menyasar Anak Anggota DPRD Banten

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 18:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anak anggota DPRD Banten dari Fraksi PKB Syarifudin Salwani, Aniendya Hegel Pratama (20), menjadi korban dugaan pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada aparat kepolisian di Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam laporan tersebut, pria berinisial IRD tercatat sebagai terlapor bersama sejumlah orang lainnya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga, kejadian bermula ketika Aniendya berada di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, pada Selasa, 25 Agustus 2026 untuk mengerjakan tugas.


Saat berada di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB, Aniendya bertemu dengan seorang abang kelas yang datang bersama pacarnya. Dalam percakapan tersebut, nama IRD sempat disebut.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Aniendya kemudian menerima pesan dari IRD yang mempertanyakan isi pembicaraan tersebut. Untuk menyelesaikan persoalan, Aniendya memilih bertemu secara langsung dengan IRD di kawasan Kalibata.

Namun, IRD disebut tidak datang seorang diri. Sekitar pukul 04.00 WIB, IRD tiba di lokasi bersama sejumlah orang yang menggunakan sekitar tiga mobil.

Pertemuan yang semula berlangsung dengan percakapan kemudian berubah tegang. Situasi semakin mencekam setelah salah seorang teman Aniendya berteriak menyebut adanya senjata api.

Mendengar hal tersebut, Aniendya memilih meninggalkan lokasi karena merasa takut. Saat berusaha melarikan diri, Aniendya terjatuh. Sejumlah orang yang datang bersama IRD kemudian menghampiri dan diduga melakukan pemukulan.

“Saat anak saya jatuh kemudian dipukul beberapa orang. Kejadiannya cepat sekali sampai anak saya tidak sadarkan diri,” kata Syarifudin.

Setelah sadar, kondisi Aniendya disebut sudah berbeda. Wajahnya mengalami luka dan berdarah, disertai pembengkakan pada sejumlah bagian tubuh. Ia kemudian mendapat pertolongan medis dan menjalani visum untuk kepentingan proses hukum.

Syarifudin meminta aparat kepolisian tidak berhenti pada laporan semata, tetapi mengungkap secara terang seluruh rangkaian peristiwa tersebut. Ia meminta polisi mengidentifikasi pihak-pihak yang datang ke lokasi, orang yang melakukan pemukulan, serta peran masing-masing dalam kejadian tersebut.

“Saya meminta polisi mengusut tuntas kejadian ini dan menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anak saya,” tegasnya.

Syarifudin mengatakan terdapat dua orang saksi yang dapat memberikan keterangan kepada penyidik terkait kejadian tersebut. Selain itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu polisi mengungkap kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.

Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Kepolisian dan berharap seluruh fakta dalam kasus tersebut dapat diungkap secara terang dan objektif.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya