Berita

Logo Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)

Politik

BI Harus Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan dan Kesejahteraan Rakyat

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 17:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Bank Indonesia (BI) diminta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan bank sentral berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

Terutama, sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang melibatkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Bagaimana membangun sinergisitas dengan KSSK, apakah dengan LPS, apakah dengan OJK, apakah dengan Kemenkeu. Juga dengan lembaga industri keuangan lainnya, artinya dengan stakeholder yang berhubungan dengan pemda provinsi dan kabupaten- kota, dengan bank-bank Himbara, itu harus membangun sinergisitas,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, Jumat, 28 Agustus 2026.


Menurut Fauzi, penguatan sinergi tersebut harus diarahkan untuk menjalankan seluruh mandat Bank Indonesia, mulai dari menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, hingga kebijakan makroprudensial.

Legislator Partai Nasdem itu menegaskan, Bank Indonesia juga diharapkan turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan penciptaan lapangan pekerjaan.

“Fungsi dan tujuan Bank Indonesia itu adalah stabilitas moneter, kedua sistem pembayaran, makroprudensial, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dan juga yang terakhir adalah bagaimana membantu menciptakan lapangan pekerjaan," ungkap Fauzi.

Ia juga mendorong penguatan sistem pembayaran agar semakin mudah diakses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pengalaman Destri Damayanti di bidang keuangan serta Aida S. Budiman yang telah puluhan tahun berkarier di Bank Indonesia, Fauzi optimistis kepemimpinan baru mampu memperkuat kredibilitas bank sentral sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat.

Visi membangun Sinergi Merah Putih, lanjut dia, harus diwujudkan melalui kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat pertumbuhan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kami pengen fungsi daripada Bank Indonesia sesuai amanah undang-undang P2SK nomor 4 tahun 2026," pungkasnya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya