Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

EPAC Hentikan Operasional MES, Bidik Kinerja Lebih Sehat

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 07:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menata kembali operasional bisnisnya dengan menghentikan operasional MES paling lambat 31 Desember 2026. Langkah ini ditempuh setelah manajemen mengevaluasi kontribusi MES terhadap kinerja keuangan konsolidasi perseroan.

Rencana tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi EPAC di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

EPAC selama ini menjalankan bisnis kemasan fleksibel melalui dua metode produksi. MES menangani produksi kemasan konvensional dengan teknologi cetak rotogravure, sementara PT Epac Flexibles Indonesia (EFI) mengoperasikan bisnis kemasan dengan teknologi digital printing.


Pantauan RMOL, dalam keterbukaan informasi tersebut, manajemen menyampaikan operasional MES menjadi beban terhadap kinerja EPAC secara konsolidasi. MES memproduksi kemasan melalui proses konversi bijih plastik hingga menjadi kantong atau pouch, termasuk kemasan untuk merek FMCG dan kantong polos.

“Operasional dari MES menimbulkan beban bagi performa EPAC secara konsolidasi,” tulis manajemen, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026..

Penilaian tersebut terlihat dari perbandingan kinerja aktual EPAC dengan proforma keuangan apabila MES tidak beroperasi. Berdasarkan proforma hingga kuartal II 2026, rugi bersih sekitar Rp2,8 miliar berpotensi berubah menjadi laba bersih sekitar Rp1,7 miliar apabila operasional MES dihentikan sejak awal tahun.

Dalam skenario yang sama, EPAC mencatat Earnings per Share (EPS) sebesar Rp0,51. Sementara itu, dengan menggunakan harga penutupan saham EPAC pada Selasa, 30 Juni 2026 sebesar Rp69, rasio Price to Earnings (PER) tercatat 135,29 kali.

Atas evaluasi tersebut, EPAC akan menghentikan operasional MES secara bertahap dengan batas waktu penyelesaian paling lambat 31 Desember 2026.

“EPAC berencana untuk menghentikan operasional MES,” tulis manajemen. 

Manajemen berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi dan memperbaiki hasil usaha serta kinerja keuangan perseroan pada tahun-tahun mendatang.

“Diharapkan dengan adanya penghentian operasional tersebut, di tahun-tahun selanjutnya, EPAC dapat mengalami peningkatan hasil dan kinerja secara substansial,” tulis manajemen.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya