Berita

Ahmad Khozinudin. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Hukum

Bikin Efek Jera, Segera Terapkan Hukuman Mati Koruptor!

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026 | 05:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Advokat Ahmad Khozinudin menilai hukuman mati terhadap koruptor sudah mendesak diberlakukan. 

"Koruptor harus dimatikan karena telah merampas hak rakyat dan mematikan kepentingan seluruh rakyat. Hukuman mati bagi koruptor, terkategori Ta'zir yang menurut syariat Islam sah untuk diterapkan," kata Khozinudin, dikutip Jumat 28 Agustus 2026. 

Mengenai metode eksekusi, Khozinudin mengusulkan dengan hukum pancung. Jadi, koruptor yang korupsi dalam jumlah tertentu dan dalam keadaan tertentu, bisa dihukum mati dengan cara dipancung.


"Hukuman mati akan memberikan efek jera pada koruptor. Karena penjara dan denda, tidak membuat koruptor jera dan masih terus diteladani pejabat lainnya," kata Khozinudin.

Hukum mati bagi koruptor di Indonesia sudah diatur dalam dalam Pasal 2 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Tetapi dalam UU Tipikor hukum mati koruptor hanya bisa diterapkan pada keadaan tertentu yang sangat berat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya