Berita

Forum Komunikasi Tokoh Politik. (Foto: Istimewa)

Politik

Forum Komunikasi Tokoh Politik:

Pernyataan Budi Arie soal Pemilu 2029 Tendensius, Bisa Picu Konflik

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 22:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Forum Komunikasi Tokoh Politik mengecam pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang sempat melontarkan isu 
politik dan pemilu berlangsung lebih cepat dari Pemilu 2029.

Dalam rekaman itu, Budi tampak berada di sebuah forum. Ia duduk di samping mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satu peserta forum yang merupakan Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat Yudi Syamhudi Suyuti mengecam Budi Arie yang yang dinilai sedang berandai-andai masa jabatan presiden Prabowo selesai sebelum tahun 2029. 

Salah satu peserta forum yang merupakan Koordinator Presidium Nasional Fraksi Rakyat Yudi Syamhudi Suyuti mengecam Budi Arie yang yang dinilai sedang berandai-andai masa jabatan presiden Prabowo selesai sebelum tahun 2029. 

“Statement Budi Arie itu sangat tendensius, bisa memicu konflik politik hingga situasi nasional  tidak kondusif,” kata Yudi saat konferensi pers di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2026.

Yudi juga berharap para pengamat  politik, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan partai politik untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa memanaskan situasi. 

Lebih lanjut, kata dia, Forum Komunikasi Tokoh Politik juga menyatakan mendukung penuh pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Prabowo sampai purna bakti padai tahun 2029.

Selain itu, Yudi juga menyampaikan dukungan atas kebijakan-kebijakan strategis Presiden Prabowo dalam memberantas tindak pidana korupsi, perbaikan lingkungan hidup, menanggulangi musibah gempa NTT dengan cepat dan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera 

Yudi juga mengajak masyarakat  Indonesia untuk mengedepankan  persatuan dan kesatuan nasional dengan tetap menjaga  sikap kritis secara persuasif dalam semangat konstruktif untuk Indonesia kedepan yg jauh lebih baik.

Terakhir, Yudi menyatakan forum meminta kepada BIN dan Polri untuk benar-benar melakukan upaya-upaya konkret dalam konteks preventif atas segala bentuk potensi kerusuhan.

"Serta melakukan tindakan hukum sesuai Undang-Undang dan ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya