Berita

BNI Peduli menyalurkan bantuan untuk korban terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. (Foto: Dok. BNI)

Bisnis

BNI Salurkan Bantuan Logistik hingga Alat Pemadam Karhutla Kalteng

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 20:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat dan petugas terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Aksi tanggap darurat ini disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menjelaskan, BNI terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

"Kami prihatin atas kondisi bencana karhutla di Kalimantan Tengah. BNI berupaya hadir memberikan dukungan operasional penanganan di lapangan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga," kata Okki dalam keterangannya, Kamis, 27 Agustus 2026.


Hingga saat ini, BNI Berbagi telah menjangkau 10 kabupaten/kota terdampak di Kalteng, meliputi Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Barito Utara, Palangka Raya, Murung Raya, Gunung Mas, Katingan, Barito Selatan, hingga Kapuas.

Guna menunjang pemadaman api, BNI menyerahkan perlengkapan teknis seperti pompa air, sepatu bot, dan senter kepala kepada personel BPBD serta relawan.

Sementara untuk perlindungan kesehatan warga, BNI menyuplai masker N95, tabung oksigen, vitamin, susu, air mineral, hingga paket logistik pangan seperti mi instan dan sarden.

Okki menegaskan, kepedulian BNI terhadap penanganan bencana merupakan mandat sosial perseroan yang kini berada di bawah ekosistem Danantara Indonesia.

"Aksi ini sejalan dengan semangat HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Nagara untuk terus hadir melayani sepenuh hati dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta negara," tandas Okki.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya