Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Puji Nasionalisme dalam Lagu Syubbanul Wathan NU

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 19:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memuji kandungan nasionalisme yang kuat dalam lagu Syubbanul Wathan yang kini menjadi lagu mars Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pidatonya di Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis, 27 Agustus 2026, Prabowo menyebut NU sebagai institusi bersejarah yang memiliki jasa sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, Syubbanul Wathan menjadi bukti nyata besarnya semangat patriotisme dan nasionalisme yang telah tumbuh di kalangan kelompok religius, bahkan jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.


"Lagu ini bisa dikatakan adalah lagu patriotik, lagu nasionalis. Lagu yang dibuat oleh kelompok religius, tapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa," ujarnya.

Prabowo kemudian menyoroti sosok pencipta lagu Syubbanul Wathan yakni KH Abdul Wahab Hasbullah. Semangat dalam lagu tersebut mencerminkan cita-cita pendiri NU agar bangsa Indonesia bangkit dan mampu berdiri setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

"Jadi, cita-cita, cita-cita pendiri NU adalah agar bangsa Indonesia bangkit. Agar bangsa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Agar bangsa Indonesia, kalau bangkit, artinya bangsa Indonesia itu terhormat," kata Prabowo.

Kepala Negara juga menyampaikan penghormatan atas peran ulama, kiai, dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan, khususnya dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945.

"NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat," pungkas Prabowo.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya