Dari deburan Laut Andaman hingga gemerlap cahaya di tengah hutan, Langkawi menghadirkan pengalaman wisata yang seolah tak ada habisnya.
Pulau yang menyandang status UNESCO Global Geopark itu mempertemukan panorama alam, petualangan bahari, cita rasa Melayu, dan teknologi visual dalam satu rangkaian perjalanan.
Jurnalis RMOL terpilih menjadi salah satu peserta dalam ajang Famtrip 2026 ke Langkawi yang diselenggarakan oleh Tourism Malaysia dan TransNusa.
Perjalanan ke Langkawi kali ini menawarkan rute yang efisien sekaligus menarik. Hanya dengan satu penerbangan TransNusa Jakarta?"Penang, wisatawan dapat menjangkau tiga destinasi dalam satu rangkaian perjalanan: Penang, Perlis, dan Langkawi.
Usai tiba di Penang, perjalanan diteruskan melalui jalur darat menuju Perlis, kemudian menyeberang dari Pelabuhan Kuala Perlis ke Langkawi menggunakan kapal feri dengan waktu tempuh sekitar satu jam pada Rabu, 23 Agustus 2026.
1. Premium Sunset CruiseSetibanya di pulau tersebut, rombongan langsung menuju dermaga untuk mengikuti Premium Sunset Cruise.
Pesona Langkawi terasa jauh lebih magis saat dinikmati dari atas kapal. Hamparan laut luas membentang menjadi latar perjalanan, sementara gugusan pulau dan garis pantai perlahan berganti rona seiring matahari bergerak turun ke ufuk barat.
Paket perjalanan sunset cruise eksklusif di Langkawi ini berdurasi dari pukul 16.00 hingga 20.00 waktu Malaysia. Sore itu, ombak yang cukup besar membuat kapal pesiar tidak dapat langsung merapat di area dermaga. Para penumpang dipindahkan menggunakan perahu kecil menuju kapal utama yang sudah menanti di tengah laut.
Kapal ini tampil memikat dengan desain yang cantik, mewah, dan terjaga kebersihannya. Demi kenyamanan bersama, seluruh penumpang diminta melepas alas kaki sebelum menempati deretan kursi dan meja santai yang telah disediakan. Sebelum berlayar, kru kapal memberikan pengarahan singkat mengenai panduan keselamatan serta aturan selama perjalanan.
Setelah itu, penumpang bebas mengeksplorasi dek kapal. Di sana, tersedia mini bar yang menyajikan mocktail segar untuk menemani momen bersantai atau berfoto ria. Perjalanan menyusuri perairan Langkawi terasa sangat memanjakan mata, berkat kombinasi air laut yang biru dan pemandangan pulau-pulau tropis yang menakjubkan.
Keseruan berlanjut saat sesi jacuzzi alami dimulai. Jaring khusus diturunkan ke laut, memberi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan sensasi berenang di tengah laut lepas menggunakan jaket keselamatan selama 30 menit. Puas bermain air, hidangan prasmanan (buffet) dengan menu seafood segar siap memanjakan lidah.
Berbagai wahana air populer seperti paddle board, banana boat, hingga jet car juga tersedia untuk melengkapi petualangan. Di penghujung hari, alunan musik yang ceria mengajak wisatawan bergoyang bersama, merayakan keindahan bentang Kepulauan Langkawi di bawah langit senja Laut Andaman yang memukau.
2. The RIYAZ Lavanya LangkawiSetelah puas menjelajahi keindahan laut, rombongan Famtrip 2026 berkesempatan menikmati pengalaman menginap di The RIYAZ Lavanya Langkawi. Berlokasi strategis di kawasan Pantai Tengah yang tenang namun dekat dengan pusat keramaian, hotel bintang 5 ini memadukan desain modern yang elegan dengan ketenangan khas kehidupan pulau.
Daya tarik utama yang menjadi mahkota dari hotel ini adalah area lantai teratasnya. Di sini membentang kolam renang rooftop tertinggi di Langkawi, yang menyajikan pemandangan panorama 360 derajat tanpa batas menghadap Laut Andaman dan perbukitan hijau di sekitarnya.
3. Menguji Adrenalin di Langkawi SkyCabEksplorasi berlanjut pada Kamis, 20 Agustus 2026, dengan menaiki Langkawi SkyCab, kereta gantung ikonik yang bergerak membelah ketinggian menuju kawasan Gunung Machinchang.
Sepanjang perjalanan di dalam kabin, sejauh mata memandang terhampar lanskap alami Langkawi yang menakjubkan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kemegahan Air Terjun Telaga Tujuh (Seven Wells Waterfall), yang tersohor karena keunikan rangkaian kolam alaminya yang saling terhubung oleh aliran air jernih.
Kawasan Gunung Machinchang sendiri memang menjadi magnet utama pariwisata Langkawi. Di sini, keindahan formasi batuan purba berpadu sempurna dengan rimbunnya hutan tropis dan panorama laut lepas yang memukau dari ketinggian.
Petualangan semakin seru saat rombongan tiba di Stasiun Tengah (Middle Station). Di titik ini, para peserta ditantang menguji adrenalin di Eagle's Nest SkyWalk. Berdiri megah di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut (mdpl), wahana ini merupakan salah satu jembatan kaca kantilever gantung bebas (freestanding cantilever) terpanjang di dunia.
Berjalan di atas lantai kacanya yang transparan menyajikan sensasi luar biasa; seolah melayang di atas hutan hujan purba yang hijau padat, bertumpu berdampingan dengan bentang Laut Andaman yang mahaluas.
Puas menikmati Stasiun Tengah, kereta gantung kembali bergerak mendaki, melewati kanopi hutan hujan tropis hingga mencapai Stasiun Atas (Top Station) di ketinggian 708 mdpl. Dari titik tertinggi ini, panorama Kepulauan Langkawi terpampang tanpa sekat.
Ketika langit sedang bersih, pandangan mata bahkan mampu menembus batas negara hingga menangkap samar-samar daratan pulau di wilayah Thailand bagian selatan.
Di puncak inilah surga arsitektur menanti: Langkawi SkyBridge. Jembatan gantung pejalan kaki melengkung sepanjang 125 meter ini menawarkan keajaiban teknik moderen, di mana seluruh strukturnya yang kolosal hanya ditopang oleh satu tiang penyangga tunggal setinggi 82 meter.
Sensasi mendebarkan kembali hadir saat melintasi beberapa bagian tengah jembatan yang sengaja dipasangi panel kaca transparan. Dari balik kaca tersebut, rimbunnya hutan purba di dasar jurang terlihat jelas, memberikan pengalaman magis di atas langit Langkawi.
4. Menikmati Cita Rasa Melayu Mak Ngah Gulai Panas
Usai menikmati panorama dari ketinggian, perjalanan dilanjutkan dengan makan siang di Mak Ngah Gulai Panas, yang berada di kawasan Kisap, Langkawi.
Daya tarik utama tempat ini terletak pada konsep cooked to order, di mana menu andalan mereka yakni gulai panas baru akan diracik dan dimasak di atas wajan begitu dipesan oleh pengunjung. Sebelum dimasak, wisatawan dipersilakan memilih sendiri aneka hidangan laut segar yang tersedia, mulai dari ikan jenahak (kakap merah), siakap (kakap putih), bawal, hingga potongan sotong dan ketam (kepiting) berukuran besar.
5. Island Hopping mendebarkan dengan Jet Car FerrariPerjalanan kemudian berlanjut dengan aktivitas Island Hopping menggunakan Jet Car menuju sejumlah destinasi bahari, termasuk Pulau Dayang Bunting dan Pulau Singa Besir. Jet Car kendaraan air ikonik yang dirancang menyerupai bodi mobil sport mewah ala Ferrari.
Didampingi oleh kapten profesional yang bertindak sebagai pemandu sekaligus pengemudi demi faktor keamanan, jetcar ini langsung melesat membelah ombak Laut Andaman. Sensasi saat bagian depan mobil terangkat dan bermanuver tajam di atas permukaan air menciptakan dorongan adrenalin yang luar biasa. Hempasan angin laut yang kencang dan cipratan air yang segar menjadi teman sepanjang perjalanan berkecepatan tinggi ini.
Tiba di Pulau Dayang Bunting, para peserta Famtrip 2026 langsung disambut dengan jus buah aneka rasa sebagai welcoming drink. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan tracking sekitar tujuh menit menuju Tasik Dayang Bunting.
Sesampainya di lokasi, peserta disuguhi pemandangan danau air tawar yang membentang luas dan dikelilingi gugusan pulau. Dari kawasan tersebut, masih terlihat lanskap Pulau Dayang Bunting yang menyerupai sosok perempuan hamil sedang berbaring, yang menjadi asal-usul nama pulau tersebut.
Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa meminum air Tasik Dayang Bunting dapat menjadi salah satu ikhtiar bagi perempuan yang ingin memperoleh keturunan. Di sekitar danau juga tersedia dermaga serta garis batas aman bagi pengunjung yang ingin berenang. Hal ini mengingat kedalaman danau yang berkisar antara 10 hingga 40 meter.
Tak hanya menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat mencoba berbagai aktivitas rekreasi. Salah satunya wahana menyerupai balon air mengapung ala Ninja Warrior yang dapat dimainkan bersama teman, menambah keseruan saat menjelajahi kawasan wisata tersebut.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pulau Singa Besir untuk menyaksikan aktivitas memberi makan elang. Pulau ini tidak berpenghuni dan tidak dapat dikunjungi secara sembarangan karena merupakan bagian dari kawasan geopark yang dilindungi.
Aktivitas memberi makan elang dilakukan dari atas jetcar. Salah seorang pemandu melemparkan kulit ayam mentah ke permukaan laut, sementara jetcar bermanuver membentuk lingkaran dengan cepat hingga menciptakan pusaran air. Gerakan tersebut menarik perhatian elang yang kemudian terbang mendekat ke arah peserta.
Satu per satu elang tampak menyambar kulit ayam yang dilemparkan ke laut, sebelum kembali terbang dengan cepat. Aksi para elang yang melayang rendah, menyambar makanan, lalu kembali menjauh menjadi pemandangan yang begitu menakjubkan dalam perjalanan Famtrip 2026.
6. Mencicipi Kuliner Laut Langkawi di Orkid Ria Malam harinya, rangkaian perjalanan Famtrip 2026 berlanjut dengan menikmati kuliner khas pesisir Langkawi di Orkid Ria Seafood Restaurant. Restoran yang dikenal dengan beragam pilihan hidangan laut ini menjadi salah satu tempat yang menarik untuk merasakan kekayaan kuliner Langkawi setelah seharian menjelajahi destinasi alam di kawasan tersebut.
Dalam jamuan malam tersebut, peserta Famtrip 2026 berkesempatan mencicipi sejumlah menu andalan berbahan laut. Hidangan disajikan dalam porsi untuk disantap bersama, sehingga suasana makan terasa semakin hangat dan akrab.
Salah satu daya tariknya adalah kesegaran bahan laut yang menjadi komponen utama hidangan. Cita rasa gurih berpadu dengan racikan bumbu yang kaya, membuat sajian seafood terasa semakin nikmat disantap bersama nasi dan pelengkap lainnya.
7. Dream Forest LangkawiDestinasi terakhir dalam rangkaian perjalanan Famtrip 2026 adalah Dream Forest Langkawi, atraksi wisata malam yang menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan suasana hutan hujan tropis, seni visual, tata cahaya, serta teknologi multimedia.
Dream Forest mengangkat kekayaan cerita rakyat dan legenda yang berkembang di Langkawi. Beberapa di antaranya adalah kisah Tasik Dayang Bunting, legenda Merong Mahawangsa, serta Giants of Langkawi.
Cerita-cerita tersebut dikemas dalam bentuk pengalaman audiovisual sehingga wisatawan tidak hanya mendengarkan kisahnya, tetapi juga diajak merasakan suasana yang dibangun di sepanjang perjalanan.
Konsep berjalan mengikuti jalur cerita membuat pengalaman di Dream Forest terasa lebih interaktif. Setiap langkah membawa pengunjung menuju zona berikutnya dengan cerita dan tampilan visual yang berbeda, sehingga perjalanan sepanjang kawasan bukan sekadar perpindahan lokasi, melainkan bagian dari pertunjukan itu sendiri.
Bagi peserta Famtrip 2026, kunjungan ke Dream Forest menjadi penutup yang memberikan perspektif berbeda mengenai Langkawi. Jika pada siang hari pulau ini dikenal melalui pantai, laut, geopark, dan keindahan alamnya, pada malam hari kekayaan alam dan legenda lokal dihidupkan kembali melalui perpaduan teknologi, seni, dan penceritaan.