Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Tanggapi Harapan Gus Yahya Buka Muktamar NU 2031

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 17:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menanggapi harapan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya agar dirinya kembali membuka Muktamar NU pada 2031 mendatang.

Dalam pidatonya di pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis, 27 Agustus 2026, Prabowo menyampaikan apresiasi karena diundang ke acara Muktamar ke-35 NU yang jika kedua angka itu ditambahkan akan menghasilkan angka 8, yakni angka keberuntungan Prabowo. 

"Saya tidak mengatur ini semua saya juga tidak mengerti. Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar yang diberikan kepada saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8 hadir di Muktamar ke-35,” ujar Prabowo


Dia kemudian menyinggung pelaksanaan Muktamar ke-36 yang dijadwalkan berlangsung pada 2031 mendatang, sekaligus menanggapi harapan Gus Yahya agar dirinya kembali hadir untuk membuka gelaran tersebut.

Prabowo lantas kembali mengaitkan angka Muktamar ke-36 dengan tahun pelaksanaannya. Meski hasilnya tidak angka 8, tetapi  jika dijumlahkan akan ditemui angka 13, yang juga merupakan angka keberuntungannya.

"Tadi disebut Muktamar yang ke-36 adalah tahun 31. Ini kan 35, nantinya 36 tahun 31 ya 3 sama 6 itu 9 ya kan 3 tunggu, tunggu, tunggu tahun 31 itu 3 tambah 1 itu 4, 9 tambah 4 itu 13. Jadi saya punya 2 angka yang selalu hadir di hidup saya 8 dan 13. Tapi kita ikuti saja kehendak yang Maha Besar,” kata Prabowo.

Gus Yahya dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Prabowo kembali membuka Muktamar NU ke-36 pada 2031. 

“Lima tahun lagi kita akan muktamar lagi, Muktamar ke-36 pada tahun 2031. Saya tidak tahu mungkin ini agak susah untuk diotak-atik menjadi angka yang bagus. Tapi dalam hati saya tetap berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi, InsyaAllah,” ujar Gus Yahya.

Pernyataan Gus Yahya tersebut memunculkan tafsir politik terkait keberlanjutan dukungan NU terhadap kepemimpinan Prabowo hingga 2031.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya