Berita

Anggota Bawaslu RI, Puadi, saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). (Foto: Humas Bawaslu RI)

Politik

Bawaslu Ajak Mahasiswa Unair Jadi Laboratorium Demokrasi di Era Digital

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat, terutama di tengah perkembangan teknologi digital.

Hal itu disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Puadi saat membuka kegiatan Bawaslu Campus Connect bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, Rabu 26 Agustus 2026.

Puadi mengatakan, hubungan Bawaslu dengan perguruan tinggi bukan sekadar kerja sama kelembagaan. Lebih dari itu, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun demokrasi berbasis pengetahuan.


"Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya ditopang oleh regulasi dan institusi. Demokrasi membutuhkan pengetahuan, nalar kritis, kebebasan akademik, partisipasi warga negara, serta kemampuan masyarakat untuk membedakan antara fakta dan manipulasi," ujar Puadi di hadapan sivitas akademika Unair.

Menurutnya, kampus harus menjadi ruang untuk menguji gagasan sekaligus menyiapkan masa depan bangsa. Karena itu, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi tempat sosialisasi informasi, tetapi juga pusat penelitian, pengujian kebijakan, dan pengembangan teknologi.

"Bawaslu ingin kampus tidak hanya menjadi tempat Bawaslu menyampaikan informasi. Bawaslu ingin kampus menjadi laboratorium demokrasi. Tempat mahasiswa melakukan penelitian. Tempat akademisi menguji kebijakan. Tempat teknologi dikembangkan," tegasnya.

Terkait digitalisasi, Puadi menjelaskan Bawaslu tengah melakukan transformasi kelembagaan. Teknologi, kata dia, harus mengubah cara kerja pengawasan, dari pola konvensional menjadi lebih proaktif, terintegrasi, serta berbasis data dan risiko.

"Dengan teknologi, pengawasan harus bergerak dari sekadar menunggu pelanggaran terjadi menuju kemampuan membaca potensi risiko sebelum pelanggaran terjadi. Dari pengawasan yang berbasis peristiwa menuju pengawasan yang semakin berbasis data dan risiko," urainya.

Meski demikian, Puadi mengingatkan penggunaan teknologi tetap harus mengedepankan etika dan menghormati hak konstitusional warga negara. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan prinsip dasar demokrasi.

Di hadapan mahasiswa, Puadi juga mendorong generasi muda menjadi produsen informasi yang kritis, bukan sekadar konsumen pasif. Mahasiswa diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar sebelum melakukan verifikasi.

"Saya ingin menitipkan satu pesan: Jangan menjadi generasi yang paling cepat menerima informasi. Jadilah generasi yang paling kritis dalam memverifikasi informasi. Jangan hanya bertanya, 'Apakah informasi ini menarik?' Tetapi bertanyalah, 'Apakah informasi ini benar?'" imbaunya.

Ia menilai generasi muda perlu memiliki fondasi critical digital citizenship atau kewargaan digital yang kritis dan bertanggung jawab.

Menutup sambutannya, Puadi menegaskan teknologi dan data memang menjadi instrumen penting dalam demokrasi. Namun, integritas manusia tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas demokrasi.

"Teknologi adalah alat. Data adalah sumber daya. Institusi adalah instrumen. Tetapi integritas manusia adalah penentu. Dan partisipasi masyarakat adalah kekuatan yang menjaga demokrasi tetap hidup," demikian Puadi.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya