Berita

Rombongan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan gedung DPR-MPR, Jakarta Pusat pada Rabu, 26 Agustus 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

DPR Dilarang Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

KAMIS, 27 AGUSTUS 2026 | 06:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gelombang aksi demonstrasi massa kembali digelar berbagai elemen masyarakat, mulai dari aliansi warga, kelompok mahasiswa, hingga masyarakat sipil. Rencana aksi massa tersebut akan digelar di depan Gedung DPR pada Kamis 27 Agustus 2026.

Elemen masyarakat yang akan berdemonstrasi di antaranya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan mahasiswa dari beberapa kampus. Mereka membawa sejumlah tuntutan, termasuk terkait RUU Perampasan Aset.

Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah meminta pimpinan DPR tidak menghadapi demonstrasi hanya dengan pendekatan keamanan. 


“Pimpinan DPR bisa berdialog dengan demonstran. Komunitas intelijen juga bisa berperan aktif,” kata Amir, dikutip Kamis 27 Agustus 2026.

Menurut dia, dialog merupakan cara penting untuk mencegah aksi penyampaian pendapat berubah menjadi kerusuhan. Indonesia perlu melakukan penataan kembali terhadap sistem politik pascareformasi.

Ia menyebut reformasi telah menghasilkan berbagai perubahan, tetapi pada saat yang sama menimbulkan persoalan baru dalam relasi antara presiden, DPR, partai politik, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. 

“Reformasi terjebak di dalam. Perlu penataan reformasi. Memperkuat presiden, DPR, serta pengelolaan daerah dengan pusat,” kata Amir.

Ia juga menyoroti peran partai politik sebagai salah satu persoalan dalam sistem politik saat ini. 

“Biang keroknya sudah terjebak reformasi itu partai politik,” kata Amir.

Amir menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga menghadapi konsekuensi dari kebijakan pemerintahan sebelumnya.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk marah atau mengkritik kebijakan masa lalu pemerintahan Joko Widodo yang dianggap bermasalah. 

Namun Prabowo, menurut Amir, harus mampu melihat persoalan tersebut sebagai tantangan untuk membangun masa depan. 

“Rakyat marah karena kebijakan Jokowi, Prabowo yang menerima akibatnya. Prabowo tahu masa lalu kebijakan buruk Jokowi, tetapi Prabowo menatap masa depan,” pungkas Amir.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya