Berita

Ketua Umum Pasukan Pro Prabowo (Pasprobo) Saiful Chaniago. (Foto: Istimewa)

Politik

Budi Arie Harus Hormati Legitimasi Pemerintah Sah

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi di hadapan Presiden Joko Widodo terkait wacana "Perubahan Sebelum 2029" menuai kecaman.

Pernyataan tersebut dinilai seolah-olah mengarah pada upaya melengserkan Presiden Prabowo Subianto dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ketua Umum Pasukan Pro Prabowo (Pasprobo) Saiful Chaniago mengecam keras pernyataan Budi Arie tersebut. Ia menilai pernyataan dari mantan pejabat negara itu tidak pantas dilontarkan di ruang publik karena dapat ditafsirkan sebagai upaya menggoyang legitimasi pemerintahan yang sah.


"Budi Arie didesak untuk memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik," ujar Saiful, dikutip Rabu 26 Agustus 2026.

Ia juga mengingatkan agar setiap pernyataan yang menyangkut kehidupan bernegara tetap berpijak pada konstitusi dan prinsip-prinsip demokrasi, bukan pada narasi yang menimbulkan perpecahan.

Lebih lanjut, Saiful mendorong Budi Arie memahami secara utuh konstitusi negara. Menurutnya, hal itu mencakup mekanisme ketatanegaraan serta batas-batas etika yang harus dijaga seorang mantan pejabat dalam menyampaikan pandangan politiknya.

Saiful juga mendesak Budi Arie menjelaskan maksud dan konteks pernyataannya secara gamblang. Penjelasan itu dinilai penting agar tidak terjadi multi tafsir yang dapat memperkeruh situasi politik nasional.

Selain klarifikasi, Saiful mendorong Budi Arie menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat apabila pernyataannya dinilai telah menimbulkan keresahan, salah tafsir, atau kegaduhan.

"Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang, terutama ketika menyangkut konstitusi dan legitimasi kepemimpinan nasional," kata Saiful.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya