Berita

Ketua DPD PDI Perjuangan, Said Abdullah. (Foto: Istimewa)

Politik

Jelang Muktamar ke-35, Said Abdullah Minta NU Tak Terjebak Perebutan Kepemimpinan

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 07:42 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan tidak menjadi ajang perebutan kepemimpinan. Forum tersebut dinilai perlu lebih banyak membahas persoalan umat dan tantangan peradaban yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan digelar 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Menurut Said, NU memiliki modal sosial dan kultural yang kuat karena bertumpu pada kiai dan komunitas pesantren. Modal tersebut, kata dia, harus dijaga dengan menjauhkan NU dari praktik politik yang pragmatis dan transaksional.


“Jangan sampai NU tergoda dalam hingar bingar politik. Termasuk jangan pula membawa suksesi kepemimpinan NU seperti layaknya suksesi pemimpin politik yang berwatak pragmatis-transaksional,” kata Said dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Said menilai agenda Muktamar seharusnya diarahkan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengangguran, krisis pertanian dan lingkungan, hingga persoalan global yang berdampak terhadap Indonesia.

“Sebagai jamaah, kami mengharapkan Muktamar NU jangan dihabiskan energinya untuk perebutan sebagai pemimpin,” ujarnya.

Ia menilai NU kini tidak lagi sekadar menjadi kekuatan subkultur pesantren. Tradisi intelektual dan keberadaan banyak sarjana NU di berbagai penjuru dunia menjadi modal penting bagi organisasi tersebut untuk ikut menjawab berbagai persoalan peradaban.

Karena itu, Said mendorong hasil Bahtsul Masail lebih dikedepankan sebagai produk pemikiran keilmuan ulama dan intelektual NU dalam merespons berbagai tantangan zaman.

Ia berharap NU tetap mempertahankan jati dirinya sebagai kekuatan moral, spiritual, dan sosial sekaligus terus berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan umat.

“NU akan semakin besar, dan membesarkan peradaban Islam bila tetap lurus di jalan keumatan,” tegas Said.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya