Berita

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam sebuah diskusi. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Jokowi Disinyalir Restui Penyebaran Video Budi Arie Singgung Pemilu Dipercepat

RABU, 26 AGUSTUS 2026 | 04:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Projo, Budi Arie Setiadi, kembali menjadi bahan perbincangan publik setelah potongan videonya viral. Dalam video itu, Budi Arie menyinggung potensi penyelenggaraan pemilu dipercepat seiring dinamika sosial politik terkini. 

Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menilai potongan video Budi Arie Setiadi di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, yang viral hari ini sudah dirancang secara matang.

"Bukan mustahil potongan video Budi Arie itu sudah sepengetahuan Jokowi pula," kata Erizal, dikutip Rabu 26 Agustus 2026.


Apabila nanti diperlukan, kata Erizal,  bisa jadi video utuhnya akan dibuka, yang menggambarkan bahwa mereka bukan sedang merencanakan sesuatu, tapi malah mengantisipasi sesuatu. 

"Tapi, saat ini masih terlalu awal untuk membuka video rekaman itu secara utuh," kata Erizal.

Erizal menduga ada tiga motif apabila benar video rekaman Budi Arie Setiadi itu sengaja dibocorkan. 

Pertama, untuk pengalihan isu, terutama sayembara ijazah SMA Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang dilancarkan oleh Denny Indrayana, yang semakin mendapat sambutan luas. 

"Isu ini perlu dipecah dengan memunculkan isu baru, yang lebih panas, menjelang demo masyarakat Pati, 27 Agustus 2026," kata Erizal.

Kedua, kata Erizal, untuk bargaining (tawar-menawar) politik dengan pihak tertentu (Istana) terkait politik Gibran dan Jokowi di masa depan. 

"Ini adalah saat yang tepat, di mana tingkat ketidakpuasan masyarakat terus menurun terhadap pemerintahan. Presiden Prabowo saat ini butuh penopang, bukan lagi penentang," kata Erizal.

Ketiga, lanjut Erizal, seperti kasus-kasus lainnya, agar Jokowi terus dibicarakan. Sebab, semakin terus dibicarakan, semakin sering tampil, maka dianggap politik Jokowi dan relawannya, akan semakin relevan dan dibutuhkan masyarakat. 

"Bukan mustahil, ini juga pra-kondisi untuk berkunjung ke daerah lain, setelah sebelumnya ke Lampung dan NTT, agar ditunggu-tunggu kehadirannya di daerah berikutnya," pungkas Erizal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya