Berita

Pemilahan dan pengumpulan sebagian sampah plastik sisa selama penerbangan, masih dapat kembali masuk ke rantai ekonomi (Foto: Istimewa)

Bisnis

Sampah Plastik dari Kabin Pesawat Mulai Didorong Masuk Rantai Ekonomi

SENIN, 24 AGUSTUS 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah pesawat mendarat dan penumpang meninggalkan kabin, aktivitas penerbangan belum sepenuhnya berakhir. Di dalam pesawat masih tersisa berbagai jenis sampah, termasuk kemasan plastik yang digunakan selama perjalanan.

Jika tidak dikelola, material tersebut akan berakhir sebagai limbah. Namun, melalui proses pemilahan dan pengumpulan, sebagian sampah plastik masih dapat kembali masuk ke rantai ekonomi.

Peluang tersebut mulai digarap Aqua dan Citilink melalui kolaborasi Semangat Gerak. Sampah plastik pascakonsumsi dari aktivitas penerbangan akan dipilah dan disalurkan ke ekosistem daur ulang untuk diolah menjadi material yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Bali menjadi salah satu wilayah yang dipilih sebagai proyek percontohan inisiatif tersebut.
Skema ini menempatkan pengelolaan sampah bukan sekadar sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan proses pengumpulan, pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali material.

Skema ini menempatkan pengelolaan sampah bukan sekadar sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan proses pengumpulan, pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali material.

CEO Danone Indonesia Laurent Boissier mengatakan, pengelolaan sampah plastik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, mitra pengelola sampah, dan komunitas lokal.

“Di Aqua, kami percaya bahwa mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan. Melalui Semangat Gerak, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular,"  ujar Laurent dalam pernyataannya yang dikutip redaksi di Jakarta, Senin 24 Agustus 2026.

"Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dengan melibatkan mitra dan komunitas lokal,” tambahnya.
Bagi pelaku ekonomi di sektor pengelolaan sampah, skema tersebut berpotensi memperluas sumber bahan baku sekaligus memperkuat rantai pengumpulan dan daur ulang. Sampah plastik yang terkumpul tidak berhenti sebagai limbah, tetapi diarahkan kembali menjadi material yang dapat dimanfaatkan oleh industri.

Aqua telah menjalankan pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi sejak 1993 dan memperluas gerakannya melalui #BijakBerplastik pada 2018.

Saat ini, ekosistem tersebut melibatkan berbagai fasilitas dan mitra, mulai dari bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, TPST hingga TPS3R.

Bersama para mitra, Aqua mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik setiap tahun untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi, termasuk bahan baku kemasan produk baru sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

Di Bali, pengembangan ekosistem tersebut juga melibatkan komunitas dan pelaku lokal. Salah satunya melalui pengembangan kawasan Sanur dengan model bisnis isi ulang, tempat sampah terpilah atau dropbox, serta Reverse Vending Machine (RVM) untuk meningkatkan pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro mengatakan pengelolaan sampah dari aktivitas penerbangan menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung terciptanya ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan Aqua, kami ingin menghadirkan layanan penerbangan yang tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Darsito.

Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana sampah plastik dari aktivitas penerbangan dapat ditempatkan dalam rantai ekonomi yang lebih panjang. Ketika dikumpulkan dan dipilah dengan baik, material tersebut dapat menjadi sumber bahan baku sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi para pelaku di sektor pengelolaan dan daur ulang sampah.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah dari aktivitas penerbangan tidak hanya berbicara tentang mengurangi limbah, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan usaha dan pemberdayaan masyarakat yang berada di dalam ekosistem daur ulang.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya