Owner Marnia Cosmetics sekaligus Direktur PT Marnia International Cosmetics Prof Adjunct Marniati. (Foto: Istimewa)
Marnia hadir bukan sekadar menawarkan produk kosmetik lokal, tetapi membawa konsep bisnis sosial.
Owner Marnia Cosmetics sekaligus Direktur PT Marnia International Cosmetics Prof Adjunct Marniati menyebut 30 persen keuntungan akan dialokasikan untuk yayasan yang membantu anak kanker, autisme, jantung sehat, hingga anak putus sekolah melalui beasiswa.
Konsep tersebut diperkenalkan dalam peluncuran brand kosmetik Marnia di Four Seasons Hotel Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026. Acara itu sekaligus menjadi momentum memperkenalkan lini produk perdana Marnia kepada pasar Indonesia.
"Kita sudah buat satu keputusan bahwa Marnia ini semacam ada saham kita untuk orang-orang yang membutuhkan. Jadi kita akan angkat dalam 30 persen, kita akan
share kepada yayasan yang memberikan bantuan daripada anak kanker, autisme, maupun dari jantung sehat atau anak putus sekolah dalam bidang biasiswa," kata Marniati.
Konsep sosial tersebut juga diwujudkan melalui peluang ekonomi bagi masyarakat. Marnia membuka jaringan
reseller dalam tiga kategori, yakni
gold, silver, dan
bronze, yang ditujukan antara lain bagi remaja dan ibu rumah tangga.
"Marnia ini sebenarnya diluncurkan bukan untuk bisnis semata. Tapi Marnia ini adalah bagian daripada bisnis sosial. Bisnis yang penghasilannya akan dimanfaatkan untuk bantuan sosial," kata Marniati.
Marniati mengatakan, peluang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang berjualan, tetapi juga membuka kesempatan bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi.
"Kami ingin mempersiapkan lapangan kerja bagi remaja. Mereka bukan hanya menjadi reseller, tetapi bisa tumbuh dan menjadi Marniati-Marniati yang lain, perempuan yang mandiri, percaya diri, dan mampu memberikan manfaat bagi orang lain," kata Marniati.
Dari sisi produk, Marnia untuk tahap awal menghadirkan Lipstick, Glossy Lip Glaze, dan Matte Lip Glaze dengan beragam pilihan warna. Produk tersebut dikembangkan selama sekitar satu tahun melalui proses formulasi dan pengujian serta telah memenuhi ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Marniati mengatakan Marnia menyasar pasar Indonesia dengan produk yang diklaim memiliki kualitas
high-end brand, tetapi tetap ditawarkan dengan harga yang sesuai untuk masyarakat Indonesia.
"Kalau kita pakai Marnia, memang kita akan rasa seperti menggunakan satu produk yang bermerek internasional, tetapi kita punya harga yang sangat sesuai untuk orang Indonesia," kata Marniati.
Peluncuran Marnia dikemas dengan sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari pengenalan produk dan pemaparan Marniati, sesi mencoba langsung produk lipstik, hingga peragaan busana. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi
runway, pemilihan finalis
best dress, dan
challenge catwalk.Rangkaian tersebut turut dihadiri pejabat, tokoh, figur publik,
influencer, media, serta tamu undangan dari berbagai daerah dan negara. Ada pula talk show bertajuk "Wanita Inspirasi Indonesia".
Tak hanya membidik pasar domestik, Marnia mulai menyiapkan ekspansi regional dengan Malaysia sebagai salah satu negara tujuan awal. Peluncuran produk di Malaysia direncanakan pada Oktober 2026.