Berita

TelkomGroup berupaya maksimal agar masyarakat dapat tetap terhubung dalam situasi krisis. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

Telkom Maksimalkan Layanan Satelit Telkomsat di NTT

KAMIS, 20 AGUSTUS 2026 | 04:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pasca-bencana gempa yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperluas langkah tanggap darurat sebagai bagian dari upaya penanganan dan pemulihan layanan telekomunikasi digital. 

Sebagai bagian dari TelkomGroup, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) turut mengambil peran dengan menargetkan penyediaan konektivitas berbasis satelit di 17 titik di Maumere, Ruteng, dan Larantuka.

EVP Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan pemulihan infrastruktur di beberapa titik masih membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap. 


“Kami perlu memastikan seluruh sumber daya dan kapabilitas TelkomGroup bisa dikerahkan secara efektif untuk membantu proses tersebut, termasuk melalui pemanfaatan layanan satelit Telkomsat,” ujar Rachmad dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sejalan dengan upaya tersebut, Telkomsat mengoptimalkan kapabilitas satelit yang dimiliki untuk menghadirkan akses komunikasi yang dapat diandalkan di lokasi yang masih dalam proses pemulihan, khususnya ketika infrastruktur jaringan terestrial mengalami gangguan dan keterbatasan.

VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono menyampaikan bahwa pihaknya memahami bahwa dalam situasi bencana, konektivitas menjadi kebutuhan yang sangat penting, baik bagi masyarakat untuk tetap berkomunikasi dan memperoleh informasi maupun bagi berbagai pihak dalam melakukan koordinasi penanganan di lapangan. 

“Kami menargetkan dukungan konektivitas satelit dapat hadir di 17 titik di wilayah Maumere, Ruteng, dan Larantuka,” jelas Fino.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Telkomsat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama ketika akses komunikasi dibutuhkan dalam kondisi darurat.

“Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana teknologi dan kapabilitas yang kami miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Telkomsat akan terus bersinergi bersama TelkomGroup dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung proses pemulihan, sehingga akses komunikasi di wilayah terdampak dapat kembali tersedia dan mendukung berbagai kebutuhan di lapangan,” tutup Fino.

Dukungan konektivitas satelit melengkapi proses pemulihan jaringan yang masih berlangsung. Hingga saat ini, beberapa ruas jaringan fiber optic, site BTS, dan infrastruktur lainnya telah pulih dan kembali aktif. Di sisi layanan, penyediaan posko internet gratis di sejumlah titik serta Paket Darurat untuk pelanggan Telkomsel juga masih tersedia dan dapat diaktifkan melalui *888*20#.

TelkomGroup terus mengerahkan tim teknis untuk mempercepat pemulihan konektivitas di wilayah terdampak, dengan tetap menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas. Dengan tambahan konektivitas satelit ini, TelkomGroup berupaya maksimal agar masyarakat dapat tetap terhubung dalam situasi krisis. Informasi terkait progress pemulihan jaringan, kantor layanan, maupun layanan pelanggan TelkomGroup dapat diperoleh melalui Hotline Tanggap Bencana di 0800-111-9000 dan media sosial resmi Telkom Indonesia.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya