Berita

Penulis film 'Napas Kali Cikarang', Alva Mustaqim (kanan) dan Blonco Kosong (kiri). (Foto: Dokumentasi Rehab Kali Cikarang)

Nusantara

Film ‘Napas Kali Cikarang’ Tumbuhkan Kesadaran Ekologis Warga Bekasi

RABU, 19 AGUSTUS 2026 | 23:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Komunitas Rehab Kali Cikarang kembali mengguncang kesadaran publik melalui pemutaran hari kedua film dokumenter terbarunya, "Napas Kali Cikarang", di Kampung Siluman, Kabupaten Bekasi beberapa hari lalu.

Di tengah kepadatan permukiman, pemutaran ini menghadirkan refleksi mendalam dan menohok bagi warga untuk melihat langsung realitas kerusakan lingkungan di sekitar mereka.

Mengusung tema besar "Skak Mat: Pelakunya Kita", film dokumenter ini secara blak-blakan menyoroti bagaimana sungai-sungai di wilayah selatan Kabupaten Bekasi perlahan kehilangan fungsinya sebagai sumber kehidupan akibat akumulasi sampah dan limbah rumah tangga yang terus mengalir tanpa henti.


Film yang ditulis Alva Mustaqim ini berangkat dari keresahan kolektif atas kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang kian terdegradasi. 

“Berbagai persoalan krusial seperti kekeringan, kerusakan bantaran, hingga hilangnya fungsi ekologis sungai dirangkum secara apik menjadi sebuah cermin bagi masyarakat luas,” kata Alva dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Lanjut dia, sentuhan artistik dari seniman Blanco Kosong turut memperkuat isi pesan film, mengubah kegelisahan lingkungan menjadi sebuah karya dokumenter yang memiliki jejak ingatan jangka panjang, bukan sekadar tontonan hiburan yang habis dalam sekali tayang.

Ketua Rehab Kali Cikarang, M. Yahya, SH, menegaskan bahwa persoalan pelestarian sungai tidak bisa lagi dipikul sendirian oleh warga yang tinggal di bantaran.

"Orang yang tinggal jauh dari sungai pun memiliki hubungan erat dengan sungai. Mulai dari sampah rumah tangga, aktivitas pedagang, hingga limbah harian yang tidak terlihat di depan mata, semuanya bermuara ke kali dan berakhir di laut," ujar M. Yahya.

Selama enam tahun perjalanannya, Rehab Kali Cikarang konsisten melakukan aksi nyata mulai dari patroli sungai, pembersihan sampah massal, penanaman pohon, hingga penebaran bibit ikan. 

Namun, berbagai upaya tersebut sering kali diremehkan oleh sebagian pihak sebagai sekadar pembuatan konten semata. Menanggapi hal tersebut, komunitas memilih untuk mengambil jalur progresif.

“Jika menyelamatkan sungai harus melalui konten agar viral dan mendesak pihak berwenang untuk bertindak, maka jalan tersebut akan terus ditempuh demi kebaikan lingkungan hidup,” kata Yahya.

Membawa Edukasi ke Akar Rumput

Berbeda dengan kampanye lingkungan konvensional yang kerap terbatas di ruang seminar, pemutaran "Napas Kali Cikarang" sengaja dibawa langsung ke jantung permukiman padat penduduk.

Tujuannya agar isu krusial ini hidup di tengah masyarakat. Rehab Kali Cikarang mengingatkan bahwa sungai saat ini tidak lagi membutuhkan simpati sesaat, melainkan tindakan nyata. 

“Tindakan tersebut tidak selalu harus dimulai dari alat berat atau anggaran besar, melainkan dari keputusan moral paling sederhana: berhenti membuang sampah ke sungai,” pungkas Yahya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya