Berita

Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said. (Foto: Istimewa)

Politik

Sudirman Said:

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Publik harus memaknai penataan ulang republik sebagai upaya menemukan kembali jalan pulang ke rumusan awal pendirian negara, sebelum bangsa ini tersesat terlalu jauh dari cita-cita kemerdekaan. 

Pandangan ini disampaikan Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said dalam orasi kemerdekaan di Universitas Harkat Negeri, Senin 17 Agustus 2026.

"Budaya KKN dan koncoisme harus diberangus. Karena hal ini akan menjadi penghalang pencapaian cita-cita merdeka dalam arti yang seluas-luasnya," kata Sudirman.


Selain itu, Sudirman membedakan dua watak dalam kehidupan bernegara: upaya paksa dan usaha bersama. 

"Warga membayar pajak karena takut sanksi adalah upaya paksa. Warga membayar pajak karena sadar itu iuran membiayai hidup bersama adalah usaha bersama," kata Sudirman, dikutip Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Said, warga memilih pemimpin karena telah menerima uang atau janji adalah upaya paksa terselubung. 

"Warga memilih pemimpin karena ingin sungguh-sungguh mencari yang terbaik adalah usaha bersama," kata Sudirman.

Perbedaan dua watak itu, menurut Sudirman, terletak pada dorongan di baliknya, bukan pada hasil yang tampak di permukaan. 

Dalam usaha bersama, rakyat menjadi pelaku yang menggabungkan modal, sumber daya, dan kapasitasnya untuk kepentingan bersama, bukan sekadar objek dari kebijakan yang dirancang dari atas.

Ia mengaitkan gagasan ini dengan lirik lagu Indonesia Raya, "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya." 

Pembangunan jiwa disebut lebih dulu dalam lirik itu, sebelum pembangunan raga. Jiwa yang dimaksud Sudirman adalah nilai seperti kejujuran, keengganan mencuri, rasa malu, integritas, dan keberanian karena benar. Tanpa jiwa yang lurus, kemajuan fisik dan ekonomi sebesar apa pun akan bergerak seperti kapal tanpa kompas.

Sudirman menutup orasinya dengan mengajak generasi muda mengambil bagian dalam usaha bersama ini, mulai dari mendaftar sebagai aparat sipil negara, prajurit, polisi, penegak hukum, hingga profesional di badan usaha milik negara karena kesadaran membangun institusi, bukan karena ingin berkuasa.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya