Berita

Ilustrasi 2.403 Gempa Susulan Guncang NTT (Sumber: Instagram/infobmkg)

Nusantara

2.403 Gempa Susulan Guncang NTT, Ini Imbauan Terbaru BMKG

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 17:19 WIB | OLEH: TIFANI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.403 gempa bumi susulan atau aftershock hingga Selasa (18/8/2026) pukul 17.00 WIB. Ribuan gempa tersebut terjadi setelah gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).

BMKG mencatat gempa susulan memiliki kekuatan yang bervariasi, mulai dari M 1,3 hingga M 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 gempa susulan tercatat signifikan dengan kekuatan di atas M 5,0. 

Sementara itu, 72 gempa susulan dilaporkan dapat dirasakan oleh masyarakat. Gempa Flores M 7,7 merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. 


Aktivitas tersebut kemudian memicu rangkaian gempa susulan yang masih berlangsung hingga saat ini.

Tsunami Sempat Melanda 16 Lokasi

Gempa M 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) juga memicu gelombang tsunami di 16 lokasi yang tersebar di empat provinsi, yakni NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Ketinggian tsunami tertinggi terdeteksi di Pota, Manggarai Timur, NTT, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian mencapai 1,605 meter. 

Sementara itu, gelombang tsunami terendah terdeteksi di Bakalang, Alor, NTT, dengan ketinggian 0,14 meter. Status Peringatan Dini Tsunami kemudian berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan hasil sementara pemantauan dan informasi lapangan, gempa bumi Flores M 7,7 menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 137 orang mengalami luka-luka. Gempa juga menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka dan Maumere. 

Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. BMKG turut melakukan survei di wilayah terdampak. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa.

Hasil survei juga digunakan untuk mengevaluasi kondisi wilayah terdampak serta menyusun rekomendasi mitigasi dan rekonstruksi agar pembangunan kembali dapat dilakukan dengan lebih aman. Wilayah yang menjadi prioritas survei adalah daerah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. 

Kondisi tersebut kemudian dibandingkan dengan wilayah yang relatif tidak mengalami kerusakan. BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mewaspadai potensi bahaya dari gempa susulan yang masih berlangsung.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa sebelumnya. Bangunan tersebut berpotensi membahayakan apabila terjadi guncangan susulan. Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti petunjuk evakuasi dari pihak berwenang. 

Warga juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. BMKG akan terus memantau aktivitas gempa bumi susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi secara berkala kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG, serta akun media sosial resmi @infoBMKG. BMKG juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdampak untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi pascagempa sekaligus membantu masyarakat menghadapi rangkaian gempa susulan dengan tetap tenang dan waspada.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya