Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Global

Myanmar Verifikasi 309 Ribu Rohingya, Repatriasi Masih Terkendala Keamanan

Oleh: Alexandra Nur Cahya
SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 15:31 WIB

Pemerintah Myanmar untuk pertama kalinya secara resmi mengakui hampir 309 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Negara Bagian Rakhine. Pengakuan tersebut membuka peluang pemulangan para pengungsi setelah kondisi keamanan di wilayah tersebut membaik.

Kementerian Luar Negeri Myanmar menyatakan sebanyak 308.975 pengungsi Rohingya telah diverifikasi sebagai mantan penduduk Rakhine.

"Myanmar akan menerima para pengungsi yang telah diverifikasi sebagai mantan penduduk Negara Bagian Rakhine ketika situasi keamanan di Rakhine menjadi lebih stabil," ujar Kementerian Luar Negeri Myanmar, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa 18 Agustus 2026.


Meski demikian, belum diketahui kapan proses pemulangan tersebut akan dimulai. Upaya sebelumnya yang dilakukan Myanmar dan Bangladesh untuk merealisasikan repatriasi juga berulang kali gagal.

Rencana pemulangan semakin kompleks karena konflik antara militer Myanmar dan Tentara Arakan masih berlangsung. Kelompok bersenjata tersebut kini menguasai sebagian besar wilayah Rakhine.

Situasi keamanan tersebut menjadi salah satu kendala utama bagi pelaksanaan repatriasi, meski Myanmar telah memberikan pengakuan terhadap status para pengungsi sebagai mantan penduduk Rakhine.

Bangladesh selama ini menegaskan bahwa repatriasi harus dilakukan secara sukarela, aman, dan berkelanjutan. Di sisi lain, para pengungsi Rohingya meminta jaminan keamanan, kewarganegaraan, serta pemenuhan hak-hak dasar sebelum bersedia kembali ke Myanmar.


Mahasiswa program magang




Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya