Berita

Sebanyak 50 unit bus milik PO Sinar Jaya terbakar di kawasan Jarakosta, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. (Foto: Media Sosial)

Nusantara

50 Bus Sinar Jaya Hangus Terbakar

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 13:50 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Diperkirakan 50 unit bus milik PO Sinar Jaya terbakar di kawasan Jarakosta, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Selasa dini hari, 18 Agustus 2026.

Puluhan bus tersebut diketahui sudah tidak beroperasi dan sebagian dinyatakan tidak layak jalan. Kendaraan kemudian ditempatkan di lokasi tersebut dalam kondisi terparkir rapat.

Komandan Regu (Danru) Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, Bohir, mengatakan, jumlah bus yang terbakar masih dalam proses pendataan. Namun, berdasarkan informasi sementara dari petugas keamanan di lokasi, jumlahnya diperkirakan mencapai 50 unit.


"Bus yang terbakar itu bus yang sudah tidak operasi atau tidak layak operasi," kata Bohir kepada wartawan.

Bohir mengatakan, posisi bus yang saling berdekatan membuat api dengan cepat menjalar dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Jarak antarbus bahkan hanya sekitar 30 hingga 50 sentimeter.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, petugas yang sedang melakukan patroli mendapati api sudah membesar di area parkir bus. Dalam kejadian tersebut, sejumlah ledakan juga terdengar. 

Bohir menduga suara ledakan berasal dari komponen kendaraan yang terbakar, seperti ban, mesin, atau tangki bahan bakar.

"Ledakan banyak. Mungkin dari ban atau mesin, tangki BBM juga bisa," kata Bohir.

Untuk menjinakkan api, Disdamkarmat Kabupaten Bekasi mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan 40 personel. 

Proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 07.15 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak terkait.

Sedangkan penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya