Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid, Namun Belum Sepenuhnya Berdaulat

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia telah mencatat kemajuan ekonomi selama 81 tahun kemerdekaan, mulai dari peningkatan produk domestik bruto (PDB), harapan hidup, pendidikan hingga perkembangan kelas menengah. 

Namun, menurut ekonom senior INDEF Didin S. Damanhuri, capaian tersebut masih dibayangi ketimpangan dan persoalan kemandirian ekonomi.

Dalam refleksi Hari Kemerdekaan ke-81, Didin menyoroti kuatnya pengaruh oligarki ekonomi dan politik serta tingginya impor bahan pokok.


“Perekonomian belum mandiri secara makro, finansial, teknologi, pangan, dan energi serta kebijakan,” ujar Didin.

Ia menilai tantangan tersebut perlu diatasi agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada peningkatan angka PDB, tetapi juga menghasilkan masyarakat yang lebih adil, makmur, sejahtera, dan demokratis. 

Pandangan tersebut menjadi penting jika dibandingkan dengan kondisi sejumlah negara Asia. 

Thailand, misalnya, hanya tumbuh 1,9 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, melambat dari 2,8 persen pada kuartal sebelumnya. Tingginya utang rumah tangga dan biaya hidup menekan konsumsi, meski investasi swasta masih tumbuh 13,4 persen. 

Jepang juga menghadapi perlambatan. Ekonominya tumbuh 1,1 persen secara tahunan pada kuartal II, di bawah perkiraan pasar 2 persen. Konsumsi swasta dan investasi bisnis melemah, meski ekspor serta permintaan terkait kendaraan hibrida dan teknologi AI masih menopang pertumbuhan.  

Di tengah kondisi tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026, dengan investasi tumbuh 6,87 persen dan konsumsi rumah tangga 5,06 persen. 

Kinerja ini menunjukkan ketahanan ekonomi, tetapi refleksi Didin mengingatkan bahwa tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan pertumbuhan, melainkan memastikan ekonomi semakin mandiri dan hasilnya lebih merata.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya