Berita

Koops TNI Habema bersama anak-anak SD di Kampung Hitadipa, Intan Jaya, Papua Tengah , Senin, 17 Agustus 2026. (Foto: Puspen TNI)

Pertahanan

Koops TNI Habema Hadirkan Makna Kemerdekaan di Pedalaman Papua

SELASA, 18 AGUSTUS 2026 | 03:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Koops TNI Habema menghadirkan makna kemerdekaan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui Deklarasi dan Peresmian Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin, 17 Agustus 2026.
 
Kegiatan tersebut menjadi simbol nyata bahwa kemerdekaan harus dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri. Kampung Hitadipa Damai bukan sekadar wilayah yang terbebas dari konflik, melainkan kondisi kehidupan yang aman, normal, bermartabat, dan sejahtera. Dalam kondisi tersebut, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut, adat dan budaya tetap terjaga, pelayanan dasar dapat berlangsung, perekonomian lokal berkembang, serta kepercayaan antara masyarakat dan negara semakin kuat.
 
Dalam kerangka Papua Jalan Damai, Kampung Hitadipa menjadi gambaran bahwa perdamaian harus tumbuh dari tingkat yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Kampung menjadi ruang bertemunya aspek keamanan, kesejahteraan, adat, pelayanan negara, dan kepercayaan. Keberhasilan perdamaian tidak hanya diukur dari ketiadaan gangguan keamanan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari secara aman, normal, dan mandiri.
 

 
Rangkaian kegiatan diawali dengan Deklarasi, Peresmian, dan penandatangan Komitmen Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai. Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan dalam membangun lingkungan yang aman, harmonis, serta penuh harapan.
 
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Jembatan Garuda yang menjadi simbol terbukanya akses dan konektivitas bagi masyarakat. Jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih baik menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat.
 
Nuansa kebersamaan semakin kuat melalui pelaksanaan bakar batu, tradisi khas Papua yang menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya setempat. Melalui tradisi tersebut, hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat semakin dekat. Komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan pun terus dibangun sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan perdamaian.
 
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan, Koops TNI Habema juga melaksanakan kegiatan memborong hasil tani masyarakat Hitadipa. Langkah tersebut menjadi wujud nyata bahwa perdamaian harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dukungan terhadap hasil pertanian lokal diharapkan dapat mendorong produktivitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat kampung.
 
Kepedulian sosial turut diwujudkan melalui pelayanan kesehatan dan pembagian sembako kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran negara tidak hanya diwujudkan melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui pelayanan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
 
Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Papua Damai merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara yang dekat dengan masyarakat melalui pendekatan keamanan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.
 
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menciptakan kondisi yang aman, tetapi juga membantu membuka ruang agar kehidupan masyarakat dapat kembali tumbuh dan berkembang.
 
“Kampung Papua Damai adalah wujud nyata bahwa kedamaian harus dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat dapat berkebun dengan tenang, anak-anak dapat belajar, pelayanan kesehatan berjalan, adat tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat berkembang, di situlah makna kehadiran negara benar-benar dirasakan,” tuturnya.
 
Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, juga menegaskan bahwa keberhasilan membangun perdamaian di Papua membutuhkan kebersamaan seluruh elemen. Masyarakat merupakan bagian utama dalam menjaga dan mempertahankan keberlanjutan kedamaian tersebut.
 
“TNI hadir bersama masyarakat, bukan menggantikan masyarakat. Dengan sinergi antara adat, gereja, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, kita bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap dia.
 
Konsep Kampung Papua Damai menempatkan masyarakat sebagai progres utama dalam proses pembangunan. Adat berperan menjaga identitas dan nilai-nilai budaya, gereja memperkuat nilai kemanusiaan dan rekonsiliasi, pemerintah menghadirkan pelayanan publik, sedangkan aparat keamanan menciptakan ruang yang aman agar seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.
 
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kampung Hitadipa Damai menjadi simbol bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang semakin aman, sejahtera, dan bermartabat. Kemerdekaan pada akhirnya memiliki makna ketika masyarakat dapat menjalani kehidupan secara tenang, mempertahankan identitas budaya, memperoleh pelayanan dasar, serta memiliki kesempatan untuk membangun masa depan di tanahnya sendiri.
 
Kepala Distrik Hitadipa, Soleman Bilambani mewakili seluruh masyarakat Distrik Hitadipa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, kepedulian, bantuan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat Hitadipa. Menurutnya, berbagai bentuk dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih aman, sejahtera, dan penuh harapan.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya