Berita

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: RMOL/ Faisal Aristama)

Politik

PDIP Minta Aparat Berkepala Dingin Tangani Dinamika di Aceh

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 14:49 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP menyesalkan respons berlebihan dan tindakan represif aparat keamanan dalam menangani insiden pengibaran bendera Bulan Bintang di Aceh menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Aparat diminta tetap tenang dan melihat konteks sosial politik setiap persoalan di daerah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan wilayah kedaulatannya sudah final serta diakui secara hukum internasional. Karena itu, dinamika di daerah seperti Aceh dan Papua perlu disikapi melalui dialog, bukan kekerasan.

"Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercermin dalam wilayah kedaulatan negara itu sudah final dan diakui hukum internasional. Sehingga ketika ada persoalan-persoalan seperti di Aceh, kita harus melihat konteksnya," kata Hasto kepada wartawan usai menghadiri upacara HUT ke-81 RI di pelataran Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin, 17 Agustus 2026.


Hasto menyoroti laporan mengenai aparat yang melepaskan tembakan peringatan di lingkungan tempat ibadah saat merespons pengibaran bendera lokal di Aceh. Menurutnya, peristiwa tersebut perlu dilihat dalam konteks suasana masyarakat Aceh yang tengah memperingati momentum perdamaian.

"Kami menyesalkan ketika kemudian terjadi tindak kekerasan, bahkan letusan senjata di tempat ibadah yang seharusnya kita jaga kesakralannya. Aparat keamanan harus berkepala dingin dan melihat konteks," tegasnya.

Menurut Hasto, perdamaian di Aceh dicapai melalui proses panjang dengan biaya sosial yang besar, terutama setelah bencana tsunami. Karena itu, penyampaian aspirasi atau kritik masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui mediasi dengan pimpinan atau tokoh agama setempat.

"Dialog adalah jalan untuk menyelesaikan persoalan apa pun itu dengan sebaik-baiknya. Siapa tahu akar persoalannya ternyata akumulasi dari berbagai ketidakadilan yang selama ini tersumbat pintunya," ujar Hasto.

Hasto juga menyinggung keluhan daerah terkait pemotongan anggaran transfer ke daerah dan penyaluran dana yang kurang lancar. Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi ketegangan di daerah.

PDIP meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan setiap dinamika daerah demi menjaga persatuan bangsa.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya