Berita

Ilustrasi Bocoran Spesifikasi iPhone 18 Pro Max (Sumber: Apple)

Tekno

Strategi Apple Menekan Kenaikan Harga iPhone 18 Pro

SENIN, 17 AGUSTUS 2026 | 10:16 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Kenaikan biaya produksi akibat mahalnya harga chip memori menjadi tantangan besar bagi Apple dalam menyambut peluncuran iPhone 18 Pro.

Di tengah melonjaknya permintaan global untuk pusat data AI yang menekan pasokan memori DRAM, Apple harus memutar otak agar harga jual produk unggulan mereka tidak melambung terlalu tinggi.

Langkah kunci yang diambil Apple adalah negosiasi agresif dengan pemasok layar utama mereka, yakni Samsung Display dan LG Display.


Laporan menunjukkan bahwa Apple berhasil menekan biaya panel OLED untuk iPhone 18 Pro Max hingga menjadi sekitar $68 per unit, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan biaya $110-$120 yang dikeluarkan untuk layar iPhone 17 Pro Max.

Selain negosiasi harga, Apple juga menerapkan manajemen rantai pasok yang lebih proaktif dengan meningkatkan persediaan komponen untuk memperkuat posisi tawar mereka.

Apple tidak hanya berfokus pada penghematan, tetapi juga peningkatan kualitas. iPhone 18 Pro dikabarkan akan mengadopsi teknologi layar LTPO+ yang lebih canggih.

Teknologi ini memungkinkan layar untuk mengelola kecepatan penyegaran secara lebih efisien, sehingga tetap hemat daya saat digunakan.

Inovasi ini, dipadukan dengan rencana peningkatan kapasitas baterai sekitar 9% hingga 12%, diproyeksikan akan memberikan masa pakai baterai yang lebih unggul tanpa harus menambah ukuran perangkat secara signifikan.

Meskipun Apple berhasil melakukan penghematan di sektor layar, tantangan biaya dari sektor memori tetap tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Penghematan pada komponen layar kemungkinan besar tidak akan menghentikan kenaikan harga sepenuhnya, namun setidaknya dapat meredam lonjakan biaya bagi konsumen.

Strategi manajemen rantai pasok yang disiplin ini akan diuji secara nyata pada pengumuman resmi di bulan September 2026. Apakah langkah ini cukup untuk menjaga iPhone 18 Pro tetap dalam jangkauan pasar yang kompetitif? Kita tunggu jawabannya nanti.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya