Berita

Ilustrasi pabrik mobil listrik. (Foto:EV Magazine)

Bisnis

Gejolak Harga Minyak Jadi Momentum Percepat Transisi Energi

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta dinamika pada jalur perdagangan Selat Hormuz kerap memicu spekulasi kenaikan harga minyak mentah internasional mendekati patokan asumsi ICP (Indonesian Crude Price) sebesar USD 75 per barel. 

Namun, Komisi XII menilai rantai pasok dunia pada dasarnya sudah kembali normal, sementara gejolak harga minyak yang tinggi secara otomatis akan mendorong konsumen dan industri global beralih ke sumber energi alternatif yang lebih murah.  

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menilai percepatan transisi energi menuju penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle) menjadi langkah antisipasi terukur untuk meredam dampak fluktuasi harga energi global.  


"Kita lihat dari range-nya itu kan tadi sudah Presiden umumkan, (harga minyak) kita akan menuju ke 75 (dolar per) barel. Kita melihat sebetulnya secara umum rantai pasok dunia itu sudah kembali normal," jelasnya lewat keterangan resmi, Minggu, 16 Agustus 2026. 

"Tetapi ingat bahwa harga minyak dunia yang terlalu tinggi, ini justru akan mempercepat transisi energi. Mempercepat yang namanya peralihan dari penggunaan BBM kepada kendaraan listrik (electric vehicle)," sambugnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menambahkan bahwa kenaikan harga minyak fosil pada akhirnya akan menciptakan perimbangan alami di mana masyarakat melirik moda transportasi berbasis listrik.   

"Jadi menurut saya semua akan ada perimbangannya, semua akan ada substitusinya. Jika kemudian harga crude terlalu tinggi, masyarakat sendiri dan dunia itu akan melirik kepada mana yang akan lebih murah," katanya.

Oleh karena itu, Bambang mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam mempercepat ekosistem kendaraan listrik nasional guna memproteksi perekonomian dari tekanan minyak impor.  

"Presiden sudah memberikan program bagaimana percepatan untuk kendaraan listrik, baik itu motor maupun kendaraan mobil. Saya pikir Presiden sudah sangat paham terhadap persoalan geopolitik ini, bagaimana persoalan energi itu tidak membelenggu Indonesia dan persoalan Timur Tengah tidak membuat satu masalah bagi kita," tutup Bambang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya