Berita

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Foto: RMOL)

Politik

Pemerintah Diminta Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa NTT

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 15:08 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah didesak segera memulihkan fasilitas pendidikan yang rusak akibat gempa bermagnitudo 7,7 di NTT. 

Berdasarkan data sementara BNPB hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 sore, sebanyak 87 satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK terdampak.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan pemetaan kondisi sekolah, guru, dan peserta didik harus dilakukan cepat dan akurat.


“Kerusakan sekolah harus segera dipetakan secara menyeluruh, termasuk kondisi bangunan, sarana pembelajaran, guru, dan peserta didik. Data yang akurat sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Komisi X mendorong Kemendikdasmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah. Selama proses pemulihan, pemerintah juga diminta menyediakan ruang belajar darurat dan dukungan psikososial bagi anak-anak di lokasi pengungsian.

“Akses pendidikan tidak boleh terputus karena sekolah rusak atau lokasinya jauh dari tempat pengungsian. Anak-anak tetap harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bermain selama proses pemulihan berlangsung,” tegasnya.

Hetifah juga meminta pemulihan tidak hanya menyasar bangunan, tetapi mencakup meja, kursi, perangkat pembelajaran, fasilitas pendukung, serta kebutuhan peserta didik terdampak.

“Kita jangan hanya membangun kembali bangunan sekolahnya. Perangkat pembelajaran dan kebutuhan siswa juga harus dipastikan tersedia,” kata Hetifah.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari. Gempa berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya