Berita

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: RMOL)

Politik

DPR Segera Bertolak ke NTT Awasi Penanganan Pascagempa

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 14:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

RMOL. DPR RI memastikan akan bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengawasi penanganan pascagempa, termasuk memastikan proses tanggap darurat berjalan sebagaimana mestinya.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pimpinan DPR dan tim pengawasan bencana telah berkoordinasi dengan anggota DPR dari daerah pemilihan NTT yang lebih dulu bergerak di lapangan.

"Terkait gempa di NTT, kami dari DPR RI hari ini akan berangkat ke lokasi. Kami dengan beberapa anggota DPR RI yang ada di dapil sana, kemudian tim pengawasan bencana, sudah berjalan komunikasinya," kata Cucun, Minggu, 16 Agustus 2026. 


Kehadiran DPR di lokasi ditujukan untuk mengawasi penanganan tanggap darurat yang dilakukan pemerintah, termasuk memastikan percepatan pemulihan masyarakat berjalan tanpa hambatan.

"Pemerintah juga sudah turun, kita akan mengawasi sejauh mana penanganan tanggap darurat yang dilakukan oleh pemerintah. Kita juga sudah lihat semua kementerian dan lembaga dikerahkan untuk menangani tanggap darurat bencana ini," tutur Cucun.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, tim pengawasan DPR telah meluncur ke lokasi bencana untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan.

"Tim Pengawasan, sudah meluncur ke lokasi. Kita akan pastikam penanganan bencana di NTT berjalan dengan semestinya," ujarnya.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB, lebih dari 5.000 warga mengungsi, dengan jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa.

Para pengungsi di Sikka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa, sedangkan 2.000 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik pengungsian. Bencana tersebut juga dilaporkan menyebabkan 47 orang meninggal dunia, 101 orang luka-luka, serta merusak ratusan rumah dan puluhan fasilitas publik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya