Berita

Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai. (Foto: Istimewa)

Politik

DPD RI Minta Penanganan Gempa NTT Dipercepat

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penanganan korban dan masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. 

Pemerintah pusat dan daerah diminta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi.

Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai menyampaikan duka atas gempa yang melanda NTT pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026. Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi dalam penanganan bencana.


“Sebagai Pimpinan DPD RI, saya menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa yang melanda wilayah NTT,” ujar Yorrys dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Agustus 2026. 

Yorrys menyoroti kondisi puluhan korban meninggal dunia dan ribuan warga yang mengungsi. Pemerintah diminta memastikan kebutuhan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian, serta perlindungan bagi kelompok rentan terpenuhi.

“Pemerintah harus memastikan setiap korban memperoleh bantuan. Jangan sampai masyarakat yang berada di wilayah terdampak kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar maupun pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah untuk mencegah kepanikan serta penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan gotong royong seluruh anak bangsa sangat dibutuhkan. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di NTT dan memberikan dukungan agar mereka dapat segera bangkit dari musibah ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 melanda wilayah NTT. BMKG melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 15 kilometer, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

BNPB melaporkan sebanyak 38 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Ribuan masyarakat juga mengungsi untuk menghindari risiko serta dampak lanjutan akibat gempa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya