Berita

Ketua Umum DPP GBNI terpilih, Dr. H. Abu Hasan bersama Sekretaris Jenderal Jaga Republik Indonesia (JARI), Andrianto. (Foto: istimewa)

Politik

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 09:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gerakan Bela Negara Indonesia (GBNI) menegaskan komitmennya memperkuat nilai-nilai bela negara di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelantikan pengurus baru, Focus Group Discussion (FGD), dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Kampus Bela Negara UPN Veteran Jakarta (UPNVJ).

Mengusung tema "Dilantik, Berdiskusi, Bekerja", rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran GBNI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membumikan nilai-nilai bela negara, khususnya melalui pendidikan karakter.

Mewakili Kementerian Pertahanan RI, Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, mengapresiasi kiprah GBNI sebagai mitra strategis pemerintah.


Ia menilai konsep bela negara perlu terus disesuaikan dengan perkembangan zaman, terutama menghadapi ancaman hibrida yang semakin multidimensi, termasuk ancaman siber dan penyebaran disinformasi.

Ketua Dewan Pembina GBNI sekaligus Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, menegaskan GBNI kini memasuki tahap fungsional penuh dalam mengawal pendidikan karakter bangsa.

Ia mendorong penyusunan kurikulum yang adaptif, penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, serta komitmen menjadikan UPNVJ sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan ekosistem bela negara.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GBNI terpilih, Dr. H. Abu Hasan, menegaskan kepengurusan baru tidak mengenal istilah purna bakti dan akan langsung bekerja.

Ke depan, GBNI akan memprioritaskan konsolidasi, kolaborasi, dan desentralisasi program agar agenda bela negara dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dukungan terhadap kiprah GBNI juga disampaikan Sekretaris Jenderal Jaga Republik Indonesia (JARI), Andrianto. Menurutnya, GBNI dengan basis akademis yang kuat dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah sekaligus menjaga kondusivitas ruang publik.

"GBNI adalah ujung tombak yang riil di lapangan. Tanpa organisasi yang solid dan berakar kuat dari kampus seperti ini, agenda kerakyatan Presiden seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa, hingga Kampung Nelayan akan sulit dieksekusi dengan sempurna," tegas Andrianto, Minggu, 16 Agustus 2026.

Ia meyakini GBNI mampu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi sekaligus menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Saya sangat yakin GBNI mampu turun tangan langsung mengedukasi rakyat di akar rumput, sekaligus menjadi garda terdepan untuk melibas hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa," tandasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya