Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris.(Foto: Istimewa)

Bisnis

Target Swasembada Daging Sapi Dituntut Konsisten dan Terukur

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 05:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan agenda swasembada pangan, termasuk mengejar swasembada daging sapi mendapat dukungan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris.

Dalam Pidato Kenegaraan 14 Agustus 2026, Pemerintah menyampaikan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis (beras,jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit) dan selanjutnya terus memperkuat kemandirian pada komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

“Jika berhasil (swasembada daging), dampaknya bukan hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat peternakan rakyat, ekonomi daerah, dan ketersediaan protein bagi masyarakat,” kata Fahira, dikutip Minggu 16 Agustus 2026. 


Menurut Fahira, agenda swasembada daging sapi perlu dijalankan secara konsisten dan terukur karena Indonesia telah beberapa kali mencanangkan target serupa dalam dua dekade terakhir. 

Pengalaman tersebut harus menjadi pembelajaran agar kebijakan kali ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi membangun fondasi peternakan nasional yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Untuk itu, Senator Jakarta ini menyampaikan enam rekomendasi agar target swasembada daging sapi dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

Pertama, susun peta jalan swasembada sapi yang terukur dan transparan. Kedua, jadikan peternak rakyat sebagai aktor utama swasembada. Ketiga, percepat pembibitan dan kelahiran sapi dalam negeri.

Keempat, jadikan kesehatan hewan sebagai fondasi swasembada. Kelima, bangun swasembada berbasis kekuatan dan kolaborasi daerah. Keenam, arahkan investasi untuk memperbesar kapasitas produksi nasional dan memperkuat peternak lokal.

“Investasi harus menciptakan kapasitas baru di dalam negeri dan menggandeng peternak rakyat, bukan menggusurnya," pungkas Fahira.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya