Berita

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. (Foto: Istimewa)

Nusantara

BP Taskin:

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

MINGGU, 16 AGUSTUS 2026 | 00:26 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Pemerintah memastikan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI-Polri, untuk bergerak menangani kondisi masyarakat terdampak.

“Pemerintah tidak tinggal diam,” kata Budiman dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu, 15 Agustus 2026.


Gempa yang terjadi sekitar pukul 04.58 WIB tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Hingga pukul 15.00 WIB, data sementara mencatat 38 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Ratusan rumah warga, fasilitas umum, puskesmas, hingga rumah sakit di Mbay dan Maumere juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Sekitar 2.000 warga terpaksa mengungsi secara mandiri untuk menyelamatkan diri dari dampak gempa.

“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” ujar Budiman.

Dalam penanganan di lapangan, Tim SAR Gabungan telah dikerahkan dengan melibatkan 281 personel dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, serta potensi SAR lainnya.

Tim tersebut telah mengevakuasi 79 warga terdampak. Sementara itu, pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan masih tertimbun terus dilakukan.

Pemerintah juga mulai menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Kementerian Sosial telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar berupa makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, hingga peralatan dapur umum.

Selain bantuan tersebut, Presiden Prabowo juga menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak gempa.

Untuk memperkuat koordinasi, posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT. Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai titik pengungsian sementara, antara lain Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

Budiman menegaskan, pemerintah tidak hanya berfokus pada evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan kondisi masyarakat terdampak terus dipantau hingga kebutuhan mereka terpenuhi.

“Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” kata Budiman.

BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah juga melakukan asesmen cepat untuk memetakan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak, mulai dari makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan hingga lokasi aman bagi pengungsi.

“Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” kata Budiman.

Di tengah proses penanganan, masyarakat NTT juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Pemerintah mengimbau warga mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG serta petugas yang berada di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan,” kata Budiman.

Budiman memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan bencana, mulai dari evakuasi, pendataan, penyaluran bantuan hingga pemulihan masyarakat terdampak.

“Negara hadir. Pemerintah bergerak. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” tandas Budiman.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya