Berita

Ilustrasi

Bisnis

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 22:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Maskapai Wings Air membatalkan sementara seluruh penerbangan berjadwal komersial dari dan menuju Bandar Udara H. Aroeboesman, Ende (ENE) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan pengecekan dan evaluasi operasional menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Berdasarkan hasil evaluasi, Wings Air untuk sementara membatalkan penerbangan berjadwal komersial dari dan menuju Bandar Udara H. Aroeboesman, Ende (ENE) mulai 15 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Danang dalam keterangan tertulisnya.


Adapun 8 penerbangan Wings Air yang dibatalkan sebagai berikut:

IW1831 rute Kupang (KOE)-Ende (ENE), keberangkatan 07.00 WITA.
IW1831 rute Ende (ENE)-Labuan Bajo (LBJ), keberangkatan 08.30 WITA.
IW1952 rute Labuan Bajo (LBJ)-Ende (ENE), keberangkatan 10.20 WITA.
IW1953 rute Ende (ENE)-Labuan Bajo (LBJ), keberangkatan 11.40 WITA.
IW1830 rute Labuan Bajo (LBJ)-Ende (ENE), keberangkatan 12.55 WITA.
IW1830 rute Ende (ENE)-Kupang (KOE), keberangkatan 14.10 WITA.
IW1957 rute Kupang (KOE)-Ende (ENE), keberangkatan 11.30 WITA.
IW1956 rute Ende (ENE)-Kupang (KOE), keberangkatan 12.55 WITA.

Danang menyebut pembatalan tersebut merupakan upaya untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan.

Penyesuaian operasional ini juga dikategorikan sebagai force majeure atau kondisi di luar kendali perusahaan yang berdampak terhadap kegiatan penerbangan.

“Pelanggan yang terdampak dapat melakukan penyesuaian perjalanan, termasuk reschedule atau perubahan jadwal penerbangan maupun refund atau pengembalian biaya tiket, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selain Ende, Wings Air masih melakukan kajian terhadap Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng (RTG), dan Bandar Udara Soa, Bajawa (BJW).

Assessment atau pengecekan dan kajian operasional masih dilakukan melalui koordinasi intensif dengan otoritas dan pihak terkait. 

Hal itu dilakukan karena kondisi kedua bandar udara tersebut masih perlu dipastikan untuk mendukung operasional penerbangan komersial yang aman.

Wings Air akan kembali membuka penerbangan dari dan menuju bandar udara terdampak setelah hasil evaluasi menyatakan kondisi telah aman dan memenuhi persyaratan operasional.

Sementara itu, sejumlah bandar udara lain dalam jaringan Wings Air di kawasan Nusa Tenggara masih tetap beroperasi berdasarkan hasil pengecekan dan evaluasi operasional.

Bandar udara tersebut antara lain Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP); Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa (SWQ); Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (BMU); Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo (LBJ); dan Bandar Udara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC).

Kemudian Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP); Bandar Udara Gewayantana, Larantuka (LKA); Bandar Udara D.C. Saudale, Rote (RTI); Bandar Udara Wonopitu, Lewoleba (LWE); Bandar Udara A.A. Bere Tallo, Atambua (ABU); Bandar Udara Mali, Alor (ARD); Bandar Udara Frans Seda, Maumere (MOF); serta Bandar Udara El Tari, Kupang (KOE).

“Keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Wings Air terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan operasional,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya