Berita

Paket bantuan pemerintah yang dikirimkan ke lokasi gempa NTT (Foto: Bakom RI)

Politik

Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa NTT

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 18:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto bergerak cepat merespons bencana gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sebanyak 50 ribu paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) telah diberangkatkan menuju Maumere untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50 ribu paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.


Tak hanya mengirimkan bantuan logistik, Prabowo juga menugaskan sejumlah pejabat pusat untuk turun langsung ke wilayah terdampak, yakni Labuan Bajo dan Maumere. 

Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas. Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, serta tim PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog turut dikerahkan.

“Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucap Teddy.

Kepala BNPB Suharyanto memastikan bantuan yang dikirim Presiden segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan awal warga di lokasi bencana. Selain sembako, pemerintah juga menyiapkan makanan, minuman, air bersih, tenda atau tempat berlindung, genset, hingga kebutuhan darurat lainnya.

“Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” kata dia.

Pemerintah juga mengoptimalkan persediaan logistik di wilayah sekitar lokasi gempa. 

Kementerian Sosial dalam satu hingga dua hari ke depan akan menggeser stok dari kabupaten tetangga yang terdampaknya lebih ringan, termasuk persediaan di Flores Timur yang sebelumnya disiapkan untuk penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Di gudang masih banyak barang-barang, dan untuk sementara ini akan kita geser ke daerah terdampak bencana gempa bumi,” kata Suharyanto.

Berdasarkan catatan BNPB hingga pukul 15.00 WIB, gempa tersebut menyebabkan 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan. 

Sebanyak 2.000 warga juga dilaporkan mengungsi secara mandiri, dengan Kabupaten Manggarai menjadi wilayah yang paling terdampak, disusul Manggarai Timur.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya