Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Pemerintah Pusat Siagakan Bantuan untuk Tangani Dampak Gempa di NTT

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 16:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah pusat bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, laporan mengenai gempa tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Basarnas, Kepala BMKG, serta Gubernur NTT.


“Pertama-tama tentunya kami menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap adanya beberapa, yang dilaporkan kepada kami, ada beberapa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut,” ungkapnya di Istana Merdeka, Sabtu pagi.

Prasetyo menjelaskan, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tsunami setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut kemudian telah dicabut, meski di sejumlah wilayah dilaporkan terjadi kenaikan muka air.

“Dan memang di beberapa tempat ada kenaikan muka air, tetapi masih tidak terlalu besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri terus melakukan langkah mitigasi serta penanganan cepat tanggap darurat. Langkah tersebut dilakukan, terutama untuk mengatasi kondisi pada fase awal pascagempa sekaligus memastikan keselamatan masyarakat.

“Ada dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan, dan beberapa bangunan-bangunan, ada pelabuhan di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh,” ungkapnya.

Pemerintah juga meminta seluruh lokasi yang mengalami kerusakan segera diperiksa guna memastikan ada atau tidaknya korban yang masih berada di bawah reruntuhan. Di saat bersamaan, bantuan dari pemerintah pusat telah disiagakan di Jakarta dan siap dikerahkan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan di lapangan.

“Nah, kami minta untuk segera cek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut,” tegasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya