Berita

Kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer berlogo Kemhan. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 13:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberadaan kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer milik taipan Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad alias Haji Isam mendadak jadi sorotan publik. Pemicunya, lambung kapal mewah sepanjang 120 meter tersebut mendadak disemati logo resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan viral di media sosial.

Jajaran Kementerian Pertahanan pun mengonfirmasi bahwa kapal swasta tersebut memang resmi dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, penempelan logo Kemhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport itu menandakan bahwa aktivitas operasional armada berada penuh di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.


"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatera," kata Rico kepada wartawan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Meski begitu, Rico menegaskan kepemilikan aset tetap berada di tangan pihak swasta. Pemanfaatannya di lapangan diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam merealisasikan agenda swasembada pangan.

Secara spesifikasi, kapal J7 Explorer dibangun di Batam dan rampung pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT ini dibekali 25 kabin yang sanggup menampung 50 tamu, fasilitas helipad, serta akomodasi kru dalam jumlah besar.

Alih-alih dipakai untuk plesiran mewah, kapal megah ini justru disulap Haji Isam menjadi pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Langkah ini diambil mengingat karakter geografis Papua Selatan yang relatif terisolasi dan minim infrastruktur darat. Keberadaan J7 Explorer menjadi sangat krusial sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan.

Keterlibatan kapal super mewah ini menjadi bagian dari pengerahan sumber daya besar-besaran Haji Isam dalam merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Guna mengejar target cetak sawah di Merauke, ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Haji Isam dalam keterangan terpisah.

Pengusaha nasional ini menegaskan, keterlibatannya dalam mega proyek pangan di timur Indonesia ini bukan semata-mata berhitung soal kalkulasi untung-rugi bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab menjalankan penugasan negara. Proyek ini diharapkan tak hanya memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga menyerap ribuan tenaga kerja baru bagi masyarakat Papua.

Dengan penugasan barunya di bumi Cenderawasih, J7 Explorer kini resmi melepas citranya sebagai luxury yacht. Kapal raksasa tersebut bertransformasi menjadi kantor berjalan sekaligus infrastruktur penunjang utama demi mengejar target swasembada pangan nasional.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya