Berita

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima (Foto: Istimewa)

Bisnis

Ancaman Siber Berbasis AI Mengintai, Industri Keuangan Harus Perkuat Resiliensi

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Percepatan transformasi digital di sektor keuangan Indonesia membawa peluang besar sekaligus tantangan baru berupa ancaman siber yang kian kompleks, khususnya dengan semakin masifnya pemanfaatan artificial intelligence (AI), cloud, open API, dan berbagai layanan keuangan digital.

Hal itu menjadi sorotan dalam Indonesia Cyber Protection 2026 bertajuk “Securing Indonesia’s Financial Digital Future” yang digelar Warta Ekonomi di Jakarta, dikutip, Jumat, 15 Agustus 2026.

Forum tersebut mempertemukan regulator, pemerintah, industri keuangan, dan praktisi keamanan siber untuk membahas penguatan perlindungan data, keamanan sistem, hingga ketahanan operasional di tengah eskalasi ancaman digital.


Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata BSSN Edit Prima mengungkapkan, skala ancaman siber saat ini telah berkembang secara sistemik. 

BSSN mencatat 3,64 miliar anomali serangan siber sepanjang Januari-Juli 2025. Di sisi lain, kemampuan pemantauan BSSN baru mencakup kurang dari 10 persen aktivitas digital.

“Ibarat CCTV dalam sebuah kompleks perumahan, ia hanya bisa memantau kurang dari 10 persen total jalan yang ada. Artinya, lebih dari 90 persen aktivitas anomali di depan rumah atau di jalanan tidak bisa kita pantau. Ini menjadi PR besar bagi kapasitas negara dalam membantu seluruh stakeholders mendeteksi ancaman yang semakin masif,” ujar Edit.

Dari sisi regulator, Advisor Kelompok Spesialis Layanan Digital dan Keamanan Siber OJK Rela Ginting menekankan bahwa keamanan siber berkelindan langsung dengan kepercayaan publik. 

Hingga Juli 2026, tercatat 22,69 juta akun konsumen keuangan digital dan 18,80 juta pengguna layanan agregasi.

“Kepercayaan tidak dibangun dengan janji bahwa insiden tidak akan pernah terjadi, karena hal itu tidak realistis di tengah ancaman yang terus berubah. Kepercayaan dibangun melalui bukti bahwa lembaga telah bersiap, mampu mendeteksi cepat, melapor dini, berkomunikasi jujur, dan bertanggung jawab terhadap dampak,” jelas Rela.

Sementara itu, Direktur TI dan Digital PT Pegadaian Yos Iman Jaya Dappu mengingatkan pentingnya memperkuat aspek people dan process, selain teknologi. 

Menurutnya, tata kelola manusia dan proses bisnis menjadi bagian penting dalam membangun pertahanan siber, terlebih di tengah risiko penggunaan AI yang dapat memunculkan pola “AI lawan AI”. 

“Step pertama cyber security adalah meng-awareness people,” kata dia.

Chairman CISSReC Pratama Persadha menilai pendekatan tradisional tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman siber berbasis AI.

“Ketika musuhnya AI, ya kita susah ngadepinnya pakai cara-cara manual, jadi compliance harus diikuti proteksi dan security, yang ujungnya adalah resilience,” ungkapnya. 

Sementara itu, Departemen AI AFTECH sekaligus Director of Government Relations Advance Intelligence Indonesia Entin Rostini mendorong optimalisasi AI untuk keamanan siber, mengingat 84 persen anggota AFTECH telah mengadopsi AI, meski pemanfaatannya untuk keamanan masih terbatas. 

“Padahal tadi Bapak-bapak semua menyampaikan PR kita ke depan serangannya sudah menggunakan AI. Why not? Itu kita untuk keamanan siber ini juga harus mencoba juga ditingkatkan nih dari 20%,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya