Berita

CEO Danantara Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Bisnis

Bantah Jadi Eksportir Tunggal, Rosan Luruskan DSI Hanya Pantau Transaksi Ekspor

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 10:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak dirancang sebagai eksportir tunggal. 

"Memang dari awal kita tidak pernah mencanangkan kita akan menjadi eksportir tunggal," kata Rosan dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026 malam.

Menurutnya, pelaku usaha tetap dapat melakukan transaksi ekspor secara langsung dengan pembeli maupun penjual seperti mekanisme yang selama ini berjalan, meski peraturan pemerintah membuka ruang bagi DSI untuk berperan sebagai eksportir.


"Di dalam peraturan pemerintah itu dibuka untuk kita bisa menjadi eksportir, tapi bukan berarti eksportir tunggal. Kita bisa menjadi perantara, mengevaluasi, maupun menjadi eksportir," ujarnya.

Menurut Rosan, transaksi ekspor tetap dapat dilakukan langsung oleh eksportir kepada buyer maupun seller. Kontrak yang telah berjalan, termasuk kontrak jangka panjang, juga tetap dihormati dan tidak mengalami perubahan.

Ia menegaskan, fokus utama DSI justru pada peningkatan transparansi dan kewajaran harga dalam transaksi ekspor. Apabila ditemukan harga transaksi yang berada di bawah indeks yang seharusnya, DSI akan melakukan pemantauan dan memberikan peringatan kepada eksportir.

"Kalau kita identifikasi pricing-nya di bawah indeks, tentu kita akan kasih alert," kata Rosan.

DSI, lanjut Rosan, akan menyampaikan informasi kepada eksportir apabila ditemukan transaksi dengan harga yang dinilai tidak sesuai dengan indeks.

"Kami kasih tahu bahwa ini harganya tidak sesuai," ungkapnya.

Dengan demikian, Rosan menegaskan tidak ada konsep yang menjadikan DSI sebagai satu-satunya eksportir. Perusahaan tersebut lebih diarahkan untuk memperkuat transparansi perdagangan dan memastikan aktivitas ekspor berjalan berdasarkan data yang akurat.

"Objektifnya adalah bagaimana kita bisa menekan, mereduksi dan bahkan menghilangkan transfer pricing, under invoicing, serta pelaporan data yang tidak benar," jelas Rosan.

Untuk mendukung fungsi tersebut, Danantara mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga ke dalam satu platform. Integrasi dilakukan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, serta sejumlah instansi lainnya.

Melalui integrasi data tersebut, DSI dapat memantau dan menganalisis transaksi ekspor secara lebih menyeluruh. Data yang dipantau meliputi titik ekspor, kuantitas, volume, nilai transaksi, penerimaan pajak, hingga nilai ekspor.

"Sehingga kami bisa melihat, menganalisa, mengevaluasi setiap harinya dari titik mana saja ekspor itu dijalankan," tutur Rosan.

Rosan mengatakan analisis terhadap transaksi ekspor telah dilakukan sejak Juni 2026. Hingga saat ini, DSI telah mengevaluasi sekitar 6.500 transaksi dengan nilai keseluruhan mencapai sekitar 14 miliar dolar AS.

Data tersebut akan menjadi basis bagi DSI untuk memantau transaksi ekspor tanpa mengambil alih aktivitas jual beli yang dilakukan eksportir. Eksportir tetap menjalankan transaksi dengan pembeli, sedangkan DSI berperan memantau dan mengolah data.

"Ekspornya tetap dilakukan oleh para eksportir. Kami hanya sebagai agen penjual yang bisa mendapatkan data itu. Dashboard secara terbuka juga sedang kami persiapkan, sehingga kami bisa memonitor dan mengevaluasi semua transaksi secara baik dan detail," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya