Berita

Anggota Komisi XIII DPR Tonny Tesar. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Dorong Pemerataan APBN Demi Daerah 3T Tidak Tertinggal

SABTU, 15 AGUSTUS 2026 | 03:50 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah diminta memastikan alokasi APBN 2027 lebih merata agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah, terutama daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua.

Anggota Komisi XIII DPR Tonny Tesar menilai kebijakan anggaran harus memperhatikan kemampuan fiskal masing-masing daerah. 

Menurut Tonny, daerah dengan kapasitas fiskal terbatas perlu mendapat alokasi yang memadai agar tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjalankan pelayanan publik.


"Dengan APBN yang mencapai Rp4.000 triliun lebih ini, kami berharap agar sinkronisasi dana fiskal daerah ini betul-betul diperhatikan dalam transfer dana ke daerah," ujar Tonny usai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat, 14 Agustus 2026. 

Ia menilai kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan daerah tertinggal perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan anggaran nasional.

Legislator Nasdem itu juga menyoroti sejumlah program prioritas pemerintah yang dinilai penting bagi daerah 3T, termasuk pembangunan puskesmas di setiap distrik dan rumah sakit di setiap kabupaten.

"Presiden memberikan prioritas kepada pembangunan puskesmas di setiap distrik dan juga membangun rumah sakit di setiap kabupaten. Itu menunjukkan bahwa komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik itu bisa merata," ucap Anggota DPR dari Dapil Papua tersebut.

Lanjut Tonny, dukungan fiskal juga perlu diikuti dengan kewenangan yang cukup bagi pemerintah daerah untuk mengelola pembangunan sesuai kebutuhan wilayahnya.

"Intinya juga bahwa pusat harus memberikan kepercayaan kepada daerah untuk mengelola dan membangun daerahnya dengan fiskal yang cukup," tegasnya.

Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi manfaat pembangunan bagi masyarakat daerah. Sebaliknya, anggaran negara harus diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat langsung, terutama bagi masyarakat di wilayah 3T seperti Papua.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya