Berita

Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi (kanan) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Istimewa)

Politik

PKS Apresiasi Kinerja Pemerintah Capai Resiliensi Ekonomi Domestik

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota DPR RI Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, memberikan tanggapan terhadap Pidato Pengantar RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Habib Aboe menyampaikan apresiasi atas torehan positif indikator makro ekonomi nasional, sekaligus memberikan catatan kritis perihal stabilitas nilai tukar mata uang yang berdampak langsung pada masyarakat bawah.

Legislator asal Kalimantan Selatan ini secara terbuka memuji kinerja perekonomian domestik pada paruh pertama tahun ini. Indonesia dinilai mampu menunjukkan taji di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak.


"Menyimak Pidato Nota Keuangan tadi, kami mengapresiasi pencapaian pertumbuhan ekonomi Semester I 2026 yang berhasil mencapai level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Ini menunjukkan resiliensi ekonomi domestik kita yang luar biasa solid di tengah ketidakpastian geopolitik global yang sangat menantang," ujar Habib Aboe kepada wartawan di Jakarta.

Menurutnya, capaian ini menjadi modal berharga bagi pemerintahan saat ini untuk mematangkan agenda transisi pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Kendati memuji pertumbuhan makro, Habib Aboe mengingatkan dampak ikutan terkait penetapan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 yang dipatok pada angka Rp17.500 per Dolar AS. Ia menilai angka psikologis baru ini mencerminkan betapa beratnya tekanan eksternal terhadap mata uang rupiah.

"Penetapan asumsi nilai tukar sebesar Rp17.500 per Dolar AS ini mencerminkan tekanan eksternal yang sangat berat. Tentunya penetapan patokan nilai tukar ini harus diikuti dengan strategi konkret dari pemerintah bersama Bank Indonesia dalam memitigasi dampak pelemahan ini," tegas Sekjen PKS tersebut.

Ia menggarisbawahi bahwa pelemahan kurs tidak boleh dianggap remeh karena dapat memicu efek domino yang langsung memukul dapur masyarakat.

"Jangan sampai fluktuasi ini memicu lonjakan harga barang pokok di pasar akibat imported inflation (inflasi barang impor). Industri kita banyak yang memakai bahan baku luar negeri, kalau rupiah loyo, harga barang di pasar pasti ikut naik. Ini yang harus dicegah sejak dini," tambahnya.

Menutup tanggapannya, Habib Aboe menaruh harapan besar agar postur anggaran yang dirancang dalam Nota Keuangan 2027 ini benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi di tingkat akar rumput, khususnya di daerah-daerah seperti Kalimantan Selatan.

"Harapan kita semua, anggaran ini nantinya harus dipastikan tepat sasaran agar ekonomi rakyat di daerah tetap bisa berputar dengan baik. Kesejahteraan harus dirasakan langsung di warung-warung kecil, pasar tradisional, dan sektor pelaku UMKM," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya