Berita

(Foto: Dok.Pertamina)

Bisnis

Pertamina Lubricants Perkuat Daya Saing Lewat Otomatisasi Produksi

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 22:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Pertamina Lubricants terus memperkuat daya saing bisnis pelumas nasional melalui pengoperasian fasilitas produksi berteknologi modern.

Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan, bisnis Pertamina bergerak di berbagai sektor. Selain sektor hulu, bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, Pertamina juga memiliki bisnis pelumas untuk kebutuhan kendaraan maupun industri.

Ia menjelaskan, Pertamina Lubricants memiliki fasilitas produksi sendiri di Indonesia. Saat ini, Pertamina Lubricants mengoperasikan tiga pabrik pelumas yang berlokasi di Jakarta, Gresik, dan Cilacap. Pertamina Lubricants juga memiliki satu pabrik di luar negeri yaitu Thailand.


"Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar global," kata Rika dalam keterangan tertulis, Jumat 14 Agustus 2026.

Fasilitas produksi yang ada di Jakarta ini merupakan yang terbesar, dengan kapasitas produksi pelumas 270 ribu kiloliter per tahun.

Menurutnya, bisnis pelumas memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Di Indonesia, terdapat lebih dari 200 merek pelumas yang telah terdaftar, termasuk merek global, maupun lokal.

"Di industri pelumas, persaingan sangat kompetitif dengan banyak pemain yang menawarkan produk dan kualitas yang beragam. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produk agar dapat memberikan pilihan terbaik bagi konsumen," ujar Rika.

Tak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk pelumas Pertamina juga telah menembus pasar internasional. Saat ini, produk Pertamina Lubricants telah dipasarkan ke 16 negara.

Keandalan distribusi Pertamina Lubricants secara nasional juga didukung jaringan pemasaran yang terdiri atas 7 Sales Region dan lebih dari 100 distributor, sehingga produk dapat menjangkau berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya mengatakan, fasilitas Production Unit Jakarta telah menggunakan teknologi modern dalam proses blending maupun filling.

"Teknologi yang modern ini menjamin kualitas produk. Dengan proses yang serba otomatis, tingkat akurasi produksi dapat dijaga dan potensi kontaminasi produk juga bisa dicegah," kata Dody.

Menurut Dody, otomasi juga memberikan keuntungan dari sisi kapasitas produksi. Dalam proses blending, misalnya, operator cukup menentukan formula, lokasi blending, serta jumlah produk yang akan dibuat. Selanjutnya, proses pemompaan bahan, agitasi, hingga blending dilakukan secara otomatis sebelum produk masuk ke tahap pengemasan.

"Jadi prosesnya sudah sangat terotomasi, mulai dari pemompaan, proses blending, sampai nanti produk masuk ke kemasan," ujarnya.

Selain mengandalkan teknologi, Pertamina Lubricants juga menerapkan berbagai standar pengujian dan metode uji kualitas berskala internasional di Production Unit Jakarta. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang stabil dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya