Berita

Ilustrasi Apple Sebar Peringatan Ancaman Spyware (Sumber: Apple)

Tekno

Apple Sebar Peringatan Ancaman Spyware ke Pengguna di 110 Negara

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 19:55 WIB | OLEH: TIFANI

Apple kembali mengirimkan peringatan keamanan kepada sejumlah pengguna perangkatnya di 110 negara. Peringatan tersebut ditujukan kepada pengguna yang diduga menjadi target serangan mercenary spyware, perangkat lunak mata-mata canggih yang biasanya dikembangkan atau digunakan oleh pihak dengan sumber daya besar.

Apple menjelaskan, serangan tersebut berbeda dari peretasan biasa. Mercenary spyware merupakan perangkat lunak berbiaya sangat mahal yang dirancang untuk menargetkan individu tertentu secara spesifik, termasuk jurnalis, aktivis, diplomat, hingga pejabat pemerintah.

Melalui peringatan terbaru ini, Apple berupaya memberi tahu pengguna mengenai potensi ancaman sedini mungkin agar mereka dapat segera meningkatkan keamanan perangkat dan melindungi data pribadi.


Peringatan Spyware Muncul di Layar Kunci iPhone

Apple memperbarui cara penyampaian notifikasi ancaman kepada pengguna. Kini, peringatan dapat muncul langsung di layar kunci iPhone melalui notifikasi push.

Cara tersebut diharapkan membuat pengguna tidak melewatkan informasi penting mengenai potensi serangan. Pesan yang diberikan Apple akan menjelaskan bahwa perusahaan mendeteksi adanya serangan mercenary spyware yang kemungkinan menargetkan perangkat pengguna.

Peringatan juga disertai arahan mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perlindungan perangkat. Selain melalui layar kunci, Apple juga menyampaikan peringatan lewat email dan menampilkannya ketika pengguna masuk ke akun Apple mereka.

Dengan peringatan terbaru yang dikirimkan kepada pengguna di 110 negara tersebut, jumlah negara yang warganya pernah menerima notifikasi ancaman dari Apple dalam beberapa tahun terakhir kini telah mencapai lebih dari 150 negara. Sekitar satu tahun sebelumnya, Apple juga mengirimkan peringatan serupa kepada pengguna di 100 negara. 

Tak lama setelah itu, perusahaan mengonfirmasi telah memperingatkan sejumlah korban peretasan di Iran menjelang meningkatnya konflik di kawasan tersebut.

Tidak Selalu Berarti Perangkat Sudah Diretas


Apple menegaskan bahwa menerima peringatan ancaman tidak selalu berarti perangkat pengguna sudah berhasil diretas. Namun, pengguna yang mendapatkan notifikasi tersebut disarankan untuk segera mengambil langkah perlindungan tambahan. Salah satunya dengan mengaktifkan Lockdown Mode.

Fitur tersebut dirancang untuk menghadapi serangan siber yang sangat canggih dengan membatasi sejumlah fungsi perangkat. Pembatasan ini bertujuan mengurangi celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh spyware untuk menyerang perangkat.

Apple juga menerbitkan dokumen panduan keamanan resmi berjudul "About Apple threat notifications and protecting against mercenary spyware". Panduan tersebut menjelaskan bentuk notifikasi ancaman, cara Apple mengirimkan peringatan, serta langkah yang dapat dilakukan pengguna yang menjadi target.

Bagi pengguna yang menerima peringatan dan membutuhkan bantuan lebih lanjut, Apple merekomendasikan layanan Digital Security Helpline dari organisasi nirlaba Access Now. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang menghadapi ancaman digital.

Meskipun organisasi eksternal tidak memiliki akses terhadap data internal Apple mengenai pemicu peringatan, layanan tersebut dapat membantu korban melalui pendampingan teknis dan navigasi keamanan. Dengan sistem peringatan ini, Apple berupaya memastikan pengguna yang berpotensi menjadi sasaran mercenary spyware dapat mengetahui ancaman lebih cepat dan mengambil tindakan untuk mengamankan perangkat serta data mereka.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya