Berita

Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono dan dua tersangka lainnya (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

KPK Periksa 10 Saksi, Dalami Peran Perusahaan Milik Mulyono di Kasus Restitusi Pajak

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi terkait pengajuan restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Dalam pemeriksaan terbaru, penyidik meminta keterangan dari 10 saksi untuk mendalami mekanisme pengajuan restitusi serta peran perusahaan milik Mulyono.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan terhadap 10 saksi tersebut dilakukan di dua lokasi pada Kamis, 13 Agustus 2026, yakni Polrestabes Surabaya dan Polresta Surakarta.


Di Polrestabes Surabaya, penyidik memeriksa Inggrid Triharyati, Samsuni, Ari Djunaedi, Mukti Setyowani, dan Moh Jafar Sodiq.

Sementara di Polresta Surakarta, pemeriksaan dilakukan terhadap Agustina Dianawati, Muhammad Fahmi Djazuli Assalimy, Bagus Usodo, Punto Ari Wibisoni, dan Tri Wibowo.

"Semua saksi hadir, baik yang dilakukan pemeriksaan di Surakarta maupun Surabaya," kata Budi kepada wartawan, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dari unsur Direktorat Jenderal Pajak, para saksi merupakan pegawai yang pernah bertugas di KPP Madya Banjarmasin dan Kanwil DJP Kalselteng. Keterangan mereka diperlukan untuk mengungkap proses pemeriksaan terhadap pengajuan restitusi pajak.

"Keterangan para saksi tersebut dibutuhkan untuk menjelaskan bagaimana proses dan mekanisme pemeriksaan yang dilakukan atas pengajuan restitusi oleh Wajib Pajak," jelas Budi.

Sementara itu, saksi dari pihak swasta berasal dari unsur wajib pajak serta orang-orang yang berada dalam struktur perusahaan milik Mulyono. Penyidik mendalami proses pengajuan restitusi dari sisi wajib pajak sekaligus peran perusahaan tersebut.

"Sedangkan untuk saksi-saksi dari unsur swasta merupakan Wajib Pajak dan orang-orang yang masuk dalam struktur perusahaan milik MLY. Para saksi ini menerangkan bagaimana proses pengajuan restitusi dari sisi Wajib Pajak, termasuk seperti apa peran dari perusahaan milik MLY tersebut," terang Budi.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga mengonfirmasi sejumlah temuan yang diperoleh dari penggeledahan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Penyidik masih akan terus melakukan pengembangan dan penelusuran kepada para pihak terkait," pungkas Budi.

Dalam perkara ini, KPK telah menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik). Sprindik pertama berkaitan dengan pihak pemberi, kedua mengenai pihak penerima, dan ketiga terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pada konstruksi awal perkara, KPK menetapkan Mulyono selaku Kepala KPP Madya Banjarmasin, Dian Jaya Demega selaku fiskus, serta Venasius Jenarus Genggor alias Venzo selaku Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti sebagai tersangka dugaan suap pengurusan restitusi pajak.

Pengusutan kini diperluas untuk mengungkap dugaan penerimaan lain di lingkungan KPP Madya Banjarmasin. KPK juga menelusuri kemungkinan aset yang berasal dari penerimaan tersebut telah dialihkan atau diubah bentuknya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya