Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

Prabowo Ungkap PT DSI Temukan Potensi Tambahan Rp89 Triliun dalam Transaksi Ekspor

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 12:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Potensi tambahan devisa hingga Rp89 triliun ditemukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam pengawasan transaksi ekspor komoditas strategis. 

Temuan tersebut diungkap Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menjelaskan, PT DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dengan fokus awal pada tiga komoditas strategis, yakni batu bara, kelapa sawit, dan besi baja ferro. 


Dalam waktu 2 bulan 13 hari, PT DSI disebut telah mengelola devisa ekspor senilai 14 miliar dolar AS.

Kemudian PT DSI menemukan potensi tambahan senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp89 triliun dari perbedaan dan penyesuaian harga.

"Lebih dari 6 ribu transaksi ekspor tiga komoditas tersebut telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar dolar AS hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pembentukan PT DSI merupakan bagian dari upaya pemerintah membenahi tata kelola ekspor agar nilai komoditas Indonesia tidak hilang akibat perbedaan harga maupun pelaporan transaksi. 

Pemerintah juga akan memperluas pengawasan PT DSI ke 50 pelabuhan di 25 provinsi.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin kekayaan Indonesia hanya menguntungkan segelintir pihak.

"Kita tidak ingin lagi bangsa indonesia dicurangi, kekayaan indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang dan meninggalkan rakyat kita hidup susah," pungkas Prabowo.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya