Berita

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Pemerataan Pendidikan Jadi Tantangan, DPR Soroti Peran Sekolah Rakyat

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerataan akses pendidikan masih menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. 
DPR menilai seluruh anak harus mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa terhalang kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam evaluasi kebijakan pendidikan pemerintah. Ia menegaskan tidak boleh ada anak Indonesia yang putus sekolah atau tidak mengenyam pendidikan.

"Tidak boleh ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah lagi atau tidak sekolah, dan wajib belajar akan kita tingkatkan menjadi 13 tahun," ujar Hetifah di Kompleks Parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026.


Menurut Hetifah, hak atas pendidikan harus diberikan secara merata, termasuk bagi anak yang tinggal di wilayah dengan kondisi berbeda-beda.

"Jadi, apa pun kondisi dan latar belakang keluarga, di mana pun mereka tinggal, itu harus mendapatkan hak-hak pendidikannya atas pendidikan yang bermutu dan berkualitas," katanya.

Dalam upaya tersebut, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2. Namun, Hetifah menekankan akses pendidikan bagi kelompok tersebut juga perlu dipastikan melalui sekolah negeri maupun swasta.

"Nah, oleh sebab itu ada berbagai program yang sedang dilakukan untuk memastikan, khususnya mereka yang desil 1 dan 2, bisa masuk ke Sekolah Rakyat. Tetapi juga ada sekolah-sekolah lain, baik negeri maupun swasta, yang harus dipastikan bisa diakses oleh mereka juga," jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menilai pelaksanaan Sekolah Rakyat juga menghadapi tantangan. Berdasarkan kunjungannya ke sejumlah sekolah, ia menemukan masih ada anak yang belum terbiasa dengan lingkungan pendidikan.

Menurut Atalia, sebagian anak sebelumnya telah diarahkan untuk bekerja dan membantu perekonomian keluarga ketika mencapai usia tertentu. Karena itu, keberlangsungan pendidikan tidak hanya bergantung pada anak, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga.

"PR utama bagi Sekolah Rakyat adalah membuka wawasan orang tua dan keluarga. Kemudian juga mereka diajak untuk sama-sama terlibat agar supaya tadi, anak-anak harus lebih baik dari orang tuanya," kata Atalia.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya