Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube Parlemen)

Bisnis

Keuntungan PT Pupuk Indonesia Naik 252,8 Persen Meski Harga Pupuk Turun 20 Persen

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 10:49 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian pemerintah dalam membenahi tata kelola pupuk nasional di Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dikatakan bahwa dalam 21 bulan pemerintahannya sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah dihapus. Langkah tersebut berdampak pada penurunan harga pupuk hingga 20 persen.

"145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah negara kesatuan Republik Indonesia," kata Prabowo.


Menurut Prabowo, penurunan harga tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya volume ketersediaan pupuk. Kondisi itu membuat masyarakat, khususnya petani, lebih mudah mendapatkan pupuk untuk mendukung kegiatan produksi pangan.

"Kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan karena itulah produksi meningkat, dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kinerja PT Pupuk Indonesia yang disebut tetap mencatat peningkatan keuntungan hingga 252,8 persen meski harga pupuk diturunkan.

"Dan pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara bumn keuntungannya naik 252,8 persen. Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia, naik 252,8 persen," tegasnya.

Prabowo mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan Menteri Pertanian beserta jajaran, para penyuluh pertanian, kementerian lainnya, pemerintah daerah, serta TNI-Polri. 

"Semuanya ini dengan semangat gotong royong, kita telah mencapai suatu preatasi yg diakui oleh dunia," pungkas Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya