Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Netflix Melonjak 5,43 Persen Berkat Bill Ackman

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 10:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Netflix (NFLX) mencuri perhatian di pasar saham Amerika Serikat setelah melonjak lebih dari 5 persen dalam satu sesi perdagangan. 

Kenaikan ini terjadi setelah investor miliarder Bill Ackman kembali membeli saham perusahaan streaming tersebut melalui Pershing Square Capital Management.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, saham Netflix ditutup di 78,24 Dolar AS, naik 5,43 persen atau 4,03 persen. Saham sempat menyentuh level tertinggi harian 78,40 Dolar AS, setelah dibuka di 76,01 Dolar AS. Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham kembali naik 0,50 persen menjadi 78,63 Dolar AS.


Kenaikan tersebut berlanjut setelah Pershing Square mengungkapkan kepemilikan baru sebanyak 3,15 juta saham Netflix, yang setara dengan sekitar 4,9 persen dari portofolio investasinya.

Dalam surat kepada pemegang saham untuk kuartal II, Pershing Square menilai Netflix pada dasarnya telah "memenangkan perang streaming". Perusahaan investasi tersebut memperkirakan Netflix masih mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit sekaligus meningkatkan margin keuntungan.

Optimisme pasar juga didukung perkembangan bisnis iklan Netflix. Komitmen belanja iklan tahunan yang berhasil diamankan Netflix disebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa paket berlangganan yang didukung iklan mulai menjadi sumber pendapatan yang semakin penting bagi perusahaan.

Meski melonjak pada perdagangan terbaru, kinerja saham Netflix sepanjang tahun ini masih berada di zona merah. Saham Netflix tercatat turun sekitar 15,1 persen sejak awal tahun.

Tekanan terhadap saham sebelumnya muncul setelah Netflix memberikan proyeksi pendapatan kuartal III yang lebih rendah dari ekspektasi Wall Street. Netflix memperkirakan pendapatan kuartal III sekitar 12,86 miliar Dolar AS, dengan pertumbuhan sekitar 11 persen berdasarkan kurs konstan.

Proyeksi tersebut memicu kekhawatiran investor mengenai perlambatan pertumbuhan Netflix. Kekhawatiran semakin besar setelah perusahaan mengubah publikasi laporan "What We Watched" dari dua kali setahun menjadi satu kali setahun.

Laporan tersebut selama ini menjadi salah satu indikator yang digunakan investor untuk melihat perkembangan jumlah penonton dan tren konsumsi konten Netflix.

Sebelumnya, Netflix membukukan pendapatan kuartal II sebesar 12,56 miliar Dolar AS, atau meningkat sekitar 13,37 persen secara tahunan. Data pada perdagangan terbaru juga menunjukkan laba per saham Netflix berhasil mengalahkan ekspektasi pasar.

Dengan masuknya kembali Pershing Square, pasar kini mendapat sinyal positif mengenai prospek jangka panjang Netflix. Namun, investor tetap perlu memperhatikan apakah pertumbuhan pendapatan, bisnis iklan, dan margin keuntungan perusahaan mampu memenuhi ekspektasi tinggi tersebut.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya