Berita

Ketua DPD RI Sultan B Najamudin saat mengawali Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: Tangkapan Layar)

Politik

DPD RI Puji Prabowo Berani Cabut “Duri dalam Daging” Ekonomi Nasional

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 09:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPD RI Sultan B Najamudin saat mengawali Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

“DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang secara kompak dan saling melengkapi dalam menegakkan martabat bangsa,” ujar Sultan.


Menurutnya, berbagai program pemerintah menunjukkan orientasi yang kuat terhadap kemandirian ekonomi nasional. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, khususnya dalam memperkuat penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sultan menyebut transformasi ekonomi yang dijalankan pemerintahan Prabowo sebagai upaya mencabut berbagai persoalan struktural yang selama ini menghambat daya saing nasional.

“Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh,” katanya.

Ia menyebut sejumlah persoalan yang harus dibenahi, mulai dari ketergantungan terhadap impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, hingga inefisiensi yang dinilai menggerus daya saing ekonomi Indonesia.

Menurut Sultan, keberanian mengambil keputusan yang tidak mudah diperlukan untuk memperkuat fondasi ekonomi dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, serta berdaya saing.

DPD RI juga menilai sejumlah program pemerintah saling terintegrasi dalam membangun kemandirian nasional. Di antaranya Danantara, kebijakan ekspor satu pintu, swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih.

“Dalam pandangan DPD RI, kebijakan seperti Danantara, Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Swasembada Pangan dan Energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih merupakan sistem kebijakan yang terintegrasi dan saling terkait,” jelasnya.

Sultan juga menyoroti capaian di sektor pangan dan energi. Ia menyebut swasembada pangan yang selama ini menjadi cita-cita mulai menunjukkan hasil, sementara kemandirian energi juga dinilai semakin terbuka.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya,” ujarnya.

Selain itu, hilirisasi disebut menjadi salah satu kunci transformasi ekonomi dengan memperkuat nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Pemerintah juga dinilai memberikan keberpihakan kepada petani, peternak, nelayan, buruh, dan pelaku UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.

Sultan menambahkan, perekonomian nasional tetap menunjukkan pertumbuhan di atas 5 persen, sementara inflasi relatif terkendali. Upaya meningkatkan tax ratio, menurunkan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan juga terus dilakukan pemerintah.

“Keberpihakan nyata pada petani, peternak, nelayan, buruh dan UMKM menjadi motor penggerak. Ekonomi nasional tetap tumbuh konsisten di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, tax ratio yang meningkat, serta usaha menurunkan kemiskinan dan kesenjangan terus diupayakan,” tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya