Berita

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani. (Foto: TV Parlemen)

Politik

Ketua MPR: MBG Harus Tepat Sasaran, KDMP Jangan Sekadar Jadi Badan Usaha

JUMAT, 14 AGUSTUS 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus dijalankan dengan tata kelola yang baik agar tujuan peningkatan kualitas manusia dan penguatan ekonomi masyarakat dapat tercapai.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI menilai MBG merupakan salah satu terobosan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. 

Program tersebut tidak boleh dipandang sebatas pembagian makanan, melainkan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia yang sehat serta berkualitas.


"Program tersebut bukan semata-mata pembagian makanan, namun merupakan bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. 

Menurutnya, pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok yang membutuhkan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Karena itu, Muzani menekankan pentingnya memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan awal.

"Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel," tegasnya.

Selain MBG, Muzani menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi berdasarkan asas kekeluargaan.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan persaingan bebas yang berpotensi membuat pihak kuat semakin kuat dan pihak lemah semakin tersisih.

Muzani mengatakan koperasi dapat menjadi sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Jika dikelola secara sehat dan profesional, koperasi dapat memperkuat posisi tawar petani, membuka akses pasar bagi nelayan, serta membantu pelaku usaha mikro berkembang.

Selain itu, koperasi dinilai dapat memperpendek distribusi kebutuhan pokok sehingga nilai tambah ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat.

"Koperasi bukan sekadar badan usaha, koperasi adalah semangat untuk maju bersama," kata Muzani.

Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak cukup hanya diukur dari keberadaan badan usahanya. 

Ukuran utamanya adalah tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, serta bertambahnya kemandirian masyarakat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya